Kasus Covid-19 di Kota Bogor Naik Lagi
TEMPO.CO | 17/02/2021 01:30
Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS
Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah selama 10 hari berangsur menurun, kasus Covid-19 di Kota Bogor pada Selasa, 16 Februari 2021 meningkat lagi.

Berdasarkan data harian Covid-19 pada Dinas Kesehatan Kota Bogor, kasus positif Covid-19 di Kota Bogor sebanyak 141 kasus. Angka ini meningkat signifikan dari kasus positif sehari sebelumnya yakni 105 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, pada Senin, 15 Februari 2021, mengatakan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor terus menurun secara berangsur-angsur sejak Sabtu, 6 Februari 2021. Hal ini terjadi setelah Pemerintah Kota Bogor memberlakukan dua kebijakan.

Baca juga: Bima Arya Soal Ganjil Genap Bogor Berlaku Lagi: Jam 9 Pagi Sampai 6 Sore

Kedua kebijakan tersebut, adalah ganjil genap bagi kendaraan bermotor serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di tingkat RW.

"Kedua kebijakan tersebut dilaksanakan secara baik, dan perkembangannya kasus positif COVID-19 di Kota Bogor dalam sepekan terakhir terus menurun," katanya.

Pemerintah Kota Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pada Selasa hari ini, memutuskan memperpanjang kebijakan ganjil genap bagi kendaraan bermotor pada akhir pekan di Kota Bogor, karena dinilai terbukti menjadi salah satu faktor yang menurunkan kasus positif Covid-19.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, usai memimpin rapat Forkopimda, di Sekretariat Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, pemerintah sepakat melanjutkan kebijakan ganjil genap bagi kendaraan bermotor pada akhir pekan, tapi pelaksanaannya dibatasi mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Menurut Bima Arya, pada rapat tersebut membahas dan menganalisis beberapa data yakni, dari pelaksanaan ganjil-genap serta data pelaksanaan PPKM Mikro di tingkat RW di Kota Bogor. Data lainnya yang menjadi pertimbangan, adalah aspek ekonomi harus tetap berjalan untuk menjaga keseimbangan faktor kesehatan dan ekonomi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT