Dievaluasi Pemerintah, Cuti Bersama 2021 Berpotensi Dikurangi
TEMPO.CO | 18/02/2021 09:44
Ilustrasi kalender kerja. shutterstock.com
Ilustrasi kalender kerja. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi cuti bersama tahun 2021. Dia menyatakan, kemungkinan jumlah cuti bersama 2021 akan dikurangi.

"Insya Allah minggu depan kami evaluasi, kemungkinan besar akan kita kurangi cuti bersamanya," kata Muhadjir dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Februari 2021.

Meskipun demikian, Muhadjir belum memastikan berapa hari jadwal cuti bersama itu akan dihapus. Dia menerangkan, pemerintah akan menggelar rapat evaluasi libur dan cuti bersama 2021 bersama kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan pengurangan cuti bersama.

Baca: Pemerintah Tetapkan 23 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021

"Kami bicara dulu dengan kementerian terkait. Ada Menpan RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), ada Menaker (Menteri Ketenagakerjaan) ada Menag (Menteri Agama). Terutama yang berkaitan dengan libur keagamaan," kata Muhadjir..

Ia berpandangan, kasus Covid-19 cenderung meningkat saat memasuki libur panjang. Namun, menurut dia, penularan virus bukan hanya disebabkan libur panjang. Masih banyak faktor lain yang turut mempengaruhi.

"Ada kecenderungan begitu (kasus Covid-19 meningkat). Jadi setiap ada libur panjang. Ada kenaikan kasus, walaupun itu juga tidak variabel tunggal. Ada banyak faktor," kata Muhadjir.

Sebelumnya, wacana evaluasi cuti bersama sepanjang tahun 2021 telah dilontarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo. Dia mengusulkan libur Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah hingga libur Tahun Baru 2022 diperpendek. Hal itu bertujuan untuk meminimalisasi penularan virus corona saat musim libur panjang tiba.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT