Alasan Luhut Gandeng Startup Swiss Urus Toilet di Toba: Tak Ingin Turis Trauma
TEMPO.CO | 19/02/2021 21:21
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan bersama Menparekraf Wishnutama, meninjau kesiapan Danau Toba menyambut Raja dan Ratu Belanda. Dok. Kemenparekraf
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan bersama Menparekraf Wishnutama, meninjau kesiapan Danau Toba menyambut Raja dan Ratu Belanda. Dok. Kemenparekraf

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut ternyata punya alasan tersendiri menggandeng perusahaan rintisan alias startup asal Swiss, Mister Loo, untuk mengelola toilet di kawasan pariwisata, khususnya Danau Toba.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo RM Manuhutu, menjelaskan, pemerintah ingin meningkatkan standar sarana-prasarana toilet umum agar wisatawan nyaman saat melancong. Selama ini, ia menyebut pengelolaan toilet umum di destinasi wisata belum optimal.

“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan. Paling tidak toiletnya tidak membuat kita pingsan atau trauma seumur hidup,” ujar Odo menirukan pernyataan Luhut dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Jumat, 19 Februari 2021. Sebelumnya Luhut mengungkapkan rencana menggandeng startup khusus itu membenahi toilet di kawasan pariwisata pada 14 Februari 2021 lalu.

Lebih jauh, Odo mengatakan pemerintah telah membahas rencana revitalisasi toilet di kawasan destinasi wisata sejak 2020. Menyitir data Travel and Tourism Competitiveness Index, Indonesia masih kalah dengan negara-negara lain di ASEAN dalam hal pengelolaan toilet dan sanitasinya.

Pemerintah pun, kata dia, mengajak berbagai pihak untuk berinvestasi di bidang sarana dan prasarana guna meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia. Tak hanya investor asing, penyediaan toilet umum juga dilirik perusahaan dalam negeri.

Dalam berbagai rapat yang juga dihadiri oleh PT Pertamina (Persero), Odo mengungkapkan perusahaan pelat merah itu bersepakat menyediakan fasilitas toilet sebanyak sepuluh unit di Danau Toba. Odo mengungkapkan, nantinya toilet-toilet yang dibangun di kawasan destinasi wisata bakal sekelas dengan toilet di pusat perbelanjaan mal.

“Jadi kami terbuka mendorong perbaikan saran-prasarana toilet umum. Kebetulan ada Mister Loo, dia punya standar tertentu sehingga wisatawan domestik paling tidak memperoleh pelayanan yang prima,” ujarnya.  

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Rakyat Diana Kusumastuti mengatakan pemerintah harus memiliki kriteria tertentu untuk pengelolaan toilet umum. Pelibatan Mister Loo, kata Diana, akan mengajarkan pengelola destinasi wisata dalam negeri untuk memenuhi kriteria-kriteria toilet layak tersebut.

“Jadi tidak diserahkan ke mereka, tapi untuk mengajari pengelolaan toilet-toilet tersebut,” kata Diana.

Diana mengatakan pengelolaan toilet semestinya juga menjadi perhatian penuh pemerintah daerah. Pemda, tutur dia, harus memastikan pengelolaan toilet umum berjalan dengan baik agar kenyamanan wisatawan terjaga.

Beberapa kali Menteri Luhut mendorong pengembangan potensi daerah wisata super prioritas, Danau Toba, hingga tingkat internasional. Cara tersebut di antaranya ditempuh melalui peningkatan teknologi serta perbaikan sumber daya manusia (SDM).

"Kita bawa Danau Toba ke panggung wisata dunia yang tanpa batas,” ujar Luhut dalam keterangannya, Kamis, 28 Januari 2021.

Baca: Luhut: Rakyat di NTT dan NTB Pesta Pora Setelah Dapat Air Bersih


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT