Empat Libur Panjang Bikin Kasus Covid-19 Meledak, Jokowi: Jangan Sampai Diulangi
TEMPO.CO | 20/02/2021 19:27
Bupati Bogor Ade Yasin melakukan pemeriksaan surat keterangan tes cepat antigen kepada wisatawan di jalur wisata Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 12 Februari 2021. Pemerintah Kabupaten Bogor mewajibkan wisatawan menunjukkan surat hasil t
Bupati Bogor Ade Yasin melakukan pemeriksaan surat keterangan tes cepat antigen kepada wisatawan di jalur wisata Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 12 Februari 2021. Pemerintah Kabupaten Bogor mewajibkan wisatawan menunjukkan surat hasil tes cepat antigen bagi wisatawan yang hendak berwisata ke kawasan Puncak Bogor sebagai upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 pada libur Tahun Baru Imlek 2572 dan libur akhir pekan. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan pentingnya antisipasi ledakan jumlah kasus Covid-19 karena libur panjang. Empat liburan panjang yang terjadi selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia, mengakibatkan penambahan kasus yang signifikan.

"Dari empat kali kita memiliki libur panjang, long weekend, libur panjang kemarin, semuanya naiknya lebih dari 40 persen. Ini yang terakhir (libur Imlek) belum keliatan," kata Jokowi dalam dialog dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Februari 2021, dalam video yang diunggah Sekretariat Presiden pada Sabtu, 20 Februari 2021.

Atas dasar ini, Jokowi mengatakan pemerintah sangat memperhatikan libur panjang selanjutnya, yakni libur Idul Fitri yang akan jatuh pada Mei 2021. Saat ini, ia mengatakan para menteri koordinator di kabinetnya tengah membicarakan masalah mudik, yang menjadi budaya selama libur lebaran.

"Hanya modelnya seperti apa, kita belum bisa sampaikan mengenai mudik," kata Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah tengah mempertimbangkan evaluasi cuti bersama pada 2021. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan kemungkinan jumlah cuti bersama 2021 akan dikurangi.

"Insya Allah minggu depan kita evaluasi, kemungkinan besar akan kita kurangi cuti bersamanya," kata Muhadjir dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Februari 2021.

Jokowi menegaskan bahwa empat libur panjang sebelumnya, yakni libur Idul Fitri 2020, libur Hari Kemerdekaan pada Agustus, libur panjang 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020, serta libur Natal dan tahun baru 2021, tak boleh terulang.

"Ini saya sudah bilang jangan diulangi lagi. Jangan diulang lagi. Kita sudah 4 kali mengalami (lonjakan kasus). Kalau sekali lagi mengalami, kebangetan kita," kata Jokowi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT