Anies: Daerah Sekitar Kali Krukut Masih Terendam Banjir Hingga Malam Ini
TEMPO.CO | 21/02/2021 00:15
Seorang bapak sambil menggendong anaknya melintasi banjir yang melanda kawasan permukiman di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 5 Oktober 2020. Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya Kali Krukut. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Seorang bapak sambil menggendong anaknya melintasi banjir yang melanda kawasan permukiman di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 5 Oktober 2020. Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya Kali Krukut. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sejumlah kawasan di Ibu Kota masih terendam banjir di sekitar sungai yang meluap karena mendapat kiriman dari hulu.

"Misalnya, Kali Krukut," kata Anies melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu, 20 Februari 2021.

Anies menerangkan karena debit yang besar membuat air di Kali Krukut meluap ke semua jalan yang dilalui, seperti Jalan Kemang Raya, Tendean, Gatot Subroto, Sudirman, dan Bendungan Hilir.

Baca: Banjir Belum Surut Setelah 6 Jam, Anies Baswedan: Air dari Hulu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan di Ibu Kota pada 20 Februari sebesar 226 milimeter per hari.

Angka sebesar itu menurut BMKG termasuk kategori cuaca atau hujan ekstrim karena di atas 150 milimeter per hari. 

Tak hanya Jakarta yang sedang dilanda cuaca ekstrim. Beberapa kota di Indonesia juga sempat dilanda hujan ekstrim. Di Semarang, misalnya. Pada 6 Februari 2021, kota itu diguyur hujan ekstrem dengan angka curah hujan menurut BMKG sebesar 177 milimeter per hari.

"Karena curah hujan yang ekstrim itu membuat banyak genangan," kata BMKG.

Menurut Gubernur DKI Anies Baswedan, banjir yang merendam sebagian wilayah lainnya di Ibu Kota, telah surut malam ini. "Sekarang sudah mulai surut genangannya."


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT