NU Usul Pemda DKI Siapkan Pusat Vaksin Covid-19 untuk Lansia
TEMPO.CO | 22/02/2021 21:32
Seorang dokter senior bersiap disuntik vaksin Covid-19 di Jakarta, 8 Februari 2021. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai vaksinasi tenaga kesehatan di atas 60 tahun setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan vaksin ter
Seorang dokter senior bersiap disuntik vaksin Covid-19 di Jakarta, 8 Februari 2021. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai vaksinasi tenaga kesehatan di atas 60 tahun setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan vaksin tersebut untuk lansia. REUTERS/Willy Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Satuan Tugas Nahdlatul Ulama (NU) Peduli Covid-19 Makky Zamzami menyarankan agar pemerintah DKI menyiapkan pusat vaksin lansia di setiap kota madya.

"Saya berharap di Jakarta ada strategi di mana setiap kota madya ada satu sentral vaksin, pusat vaksin lansia entah di mana. Enggak usah di RS, karena akan sangat rawan di RS," kata Makky dalam diskusi Vaksinasi Tahap 2: Cinta untuk Lansia, Senin, 22 Februari 2021.

Baca: Kemenkes Jelaskan 2 Jalur Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Lansia

Makky mengatakan, pemerintah DKI bisa menyewa hotel dengan menggunakan dana CSR. Hotel yang disewa akan difokuskan sebagai pusat vaksin lanjut usia selama satu bulan.

Menurut Makky, strategi vaksinasi yang sudah dilakukan pemerintah umumnya sudah cukup baik. Namun, vaksinasi kepada lansia perlu strategi khusus. Sebab, para lanjut usia lebih berisiko tertular Covid-19 jika vaksinasi dilakukan di fasilitas kesehatan.

"Hal ini bertujuan lansia ini jangan sampai sebelum vaksin terkena Covid-19 karena ngantre, bersinggungan dengan pasien lain ketika masuk RS, puskesmas dan tempat-tempat yang kita tidak tahu dia steril atau tidak," katanya.

Selain pusat vaksin lansia, Makky juga memberikan alternatif berupa sistem drive thru. Para lanjut usia yang keluarganya memiliki kendaraan bisa menunggu penyuntikan di mobil.

Pemerintah sudah memulai vaksinasi Covid-19 tahap kedua pada bulan ini. Program ini menyasar 38 juta penduduk, yang terdiri dari pejabat layanan publik dan lansia di atas 60 tahun.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT