Di Depan Petinggi Jasa Marga, Ganjar Pranowo Minta Rest Area Dikelola Masyarakat
TEMPO.CO | 23/02/2021 15:59
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) disuntik vaksin COVID-19 produksi Sinovac (CoronaVac) oleh vaksinator dokter senior spesialis penyakit dalam Zulfachmi Wahab (kanan) di RSUD Tugurejo, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 14 Januari 2021. Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) disuntik vaksin COVID-19 produksi Sinovac (CoronaVac) oleh vaksinator dokter senior spesialis penyakit dalam Zulfachmi Wahab (kanan) di RSUD Tugurejo, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 14 Januari 2021. Ganjar Pranowo mendapatkan suntikan pertama di Jawa Tengah untuk menandai dimulainya program vaksinasi massal di sejumlah daerah di Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Humas Pemprov Jateng-Arif Slam

TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pengelola jalan tol di Jawa Tengah mengizinkan masyarakat mengelola tempat istirahat (rest area) untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Saya minta beberapa aspek diperhatikan terkait pembangunan jalan tol ini misalnya pemanfaatan rest area, kami minta agar pemkab dan desa dilibatkan, kalau bisa mereka menjadi pemilik, bisa mengelola atau mungkin jadi investor," kata Ganjar di hadapan para petinggi PT Jasa Marga selaku pelaksana proyek pembangunan jalan tol di Semarang, Selasa, 23 Februari 2021.

Dengan demikian masyarakat bisa merasakan dampak dari pembangunan jalan tol seperti rest area yang menjadi pusat penjualan UMKM.

"Kalau bisa 'rest area-rest area' itu betul-betul dialokasikan untuk mereka tanpa membebani. Kalau dulu kan ada sewanya, dan sewanya mahal itu, maka saya minta ke depan UMKM betul-betul disediakan ruang dan gratis," ujarnya.

Selain itu, Ganjar menyampaikan sejumlah masukan di antaranya sosialisasi dan edukasi pembangunan jalan tol pada masyarakat, serta sejumlah permasalahan seperti pembebasan lahan yang kemungkinan muncul harus diselesaikan dengan baik.

"Persoalan sosial harus diperhatikan, akses jalan, akses saluran air dan sebagainya. Jangan sampai karena pembangunan tol, ada warga yang terasingkan dari komunitasnya dan itu sudah terjadi di Brebes dulu," katanya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu juga mewanti-wanti kontraktor memperhatikan timbunan yang akan digunakan untuk pembangunan itu karena selama ini timbunan jalan tol justru menimbulkan masalah lingkungan.

"Persoalan timbunan juga harus diperhatikan karena ini ada hubungannya dengan galian C. Jangan sampai lingkungan rusak, juga cara mengangkutnya yang sembarangan membuat jalan juga rusak. Saya minta ada koordinasi dengan tim kami agar dicarikan solusi terbaik," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, jajaran direksi PT Jasa Marga melaporkan tentang progres pembangunan proyek jalan tol di Jawa Tengah diantaranya pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta dan Bawen-Yogyakarta.

Direktur Pengembangan PT Jasa Marga Arsal Ismail menegaskan siap menindaklanjuti perintah Ganjar Pranowo dan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang dilintasi jalan tol terkait pengelolaan "rest area".

ANTARA

Baca juga: Ganjar Kaji Skenario 1,4 Juta Vaksin Covid: Pasar Semarang dan Surakarta Masuk


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT