Profil Tol Padang - Pekanbaru: Pernah Didatangi Jokowi, Kini Dikabarkan Mandek
TEMPO.CO | 06/03/2021 11:21
Tol Padang-Pekanbaru. (ANTARA/Miko Elfisha)
Tol Padang-Pekanbaru. (ANTARA/Miko Elfisha)

TEMPO.CO, Jakarta - Proyek pembangunan Jalan Tol Padang - Pekanbaru dikabarkan disetop sementara lantaran terkendala pembebasan lahan. Kabar itu disampaikan Director PT Hutama Karya Infrastruktur Ruas Tol Padang-Sicincin Marthen Robert Singal.

“Jakarta sudah sampai pada keputusan menghentikan proyek Tol Padang disebabkan karena tidak jelasnya kapan pembebasan lahan diselesaikan,” kata Marthen, Kamis, 4 Maret 2021 lalu.

Menanggapi kabar ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membantah informasi ini. Kementerian memastikan proyek pembangunan jalan bebas hambatan tidak dibatalkan.

Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah Jalan Jalan Tol Seksi I Siska Martha Sari mengatakan proyek tetap berlangsung dan pembayaran uang ganti rugi serta pengadaan tanah di Jalan Tol Padang - Pekanbaru sudah dilakukan untuk beberapa ruas. “Bahkan masyarakat sudah sepakat untuk penggantian lahan yang terkena pembangunan jalan tol, yang dulu sempat terkendala dalam hal penggantian lahan,” katanya, Jumat, 5 Maret 2021.

Pembangunan Jalan Tol Padang - Pekanbaru dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) melalui perjanjian pengusahaan jalan tol yang ditandatangani pada 11 Oktober 2017. Peletakan batu pertama di calon lokasi jalan bebas hambatan sudah dilakukan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 8 Februari 2018.

Proyek dengan investasi senilai Rp 78 triliun ini pengerjaannya dibagi dalam enam seksi. Seksi I meliputi Padang-Sicincin, Seksi II Sicincin - Bukittinggi, Seksi III Bukittinggi - Payakumbuh, Seksi IV Payakumbuh - Pangkalan, Seksi V Pangkalan - Bangkinang, dan Seksi VI Bangkinang - Pekanbaru.

Beberapa waktu lalu, Hutama Karya menyampaikan pengerjaan pembangunan Tol Padang - Pekanbaru Seksi I Padang - Sicincin mundur dari target. Semula seksi ini ditargetkan selesai pada Desember 2021 dan  diundur menjadi akhir 2022.

Kendala utama yang diakui Hutama saat itu adalah makin panjangnya lahan yang dibebaskan dan adanya perkiraan biaya tambahan sebesar Rp 1 triliun. Setidaknya dari total lahan yang diperlukan untuk seksi I sepanjang 36,2 kilometer, baru 5 kilometer jalan yang berhasil dibebaskan.

Jika rampung dikerjakan, sedianya Jalan Tol Padang - Pekanbaru akan memiliki ruas sepanjang 250 kilometer. Jalan tersebut digadang-gadang bisa memotong waktu tempuh dari 8-10 jam menjadi 4-6 jam. 

FRANCISCA CHRISTY ROSANA | BISNIS | ANTARA

Baca: Proyek Tol Padang - Pekanbaru Dikabarkan Disetop, Ini Respons PUPR dan Gubernur


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT