Sinovac Impor Habis, Pemerintah Pakai Vaksin Produksi PT Bio Farma
TEMPO.CO | 17/03/2021 09:12
Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 Sinovac pada seorang pekerja transportasi melalui layanan drive-thru di Nusa Dua, Bali, Ahad, 28 Februari 2021. Vaksinasi merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kre
Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 Sinovac pada seorang pekerja transportasi melalui layanan drive-thru di Nusa Dua, Bali, Ahad, 28 Februari 2021. Vaksinasi merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Johannes P. Christo

TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyebut saat ini pemerintah menggunakan vaksin Sinovac produksi PT Bio Farma untuk vaksinasi tahap kedua bagi kelompok lansia dan tenaga pelayanan publik. Adapun vaksin Sinovac yang diimpor dalam bentuk jadi dari Cina, sudah habis terpakai sebelum kedaluwarsa.

Nadia menjelaskan, vaksin yang dipakai saat ini memiliki tampilan fisik yang berbeda dengan vaksin Sinovac yang didatangkan langsung dari Cina. Vial ini ukurannya jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

“Kemasannya berbeda dengan yang pertama. Sama-sama berbentuk vial, tetapi vial ini bisa disuntikkan untuk 9-11 orang dengan setengah cc,” ujar Nadia lewat keterangannya di situs resmi Kementerian Kesehatan, Rabu, 17 Maret 2021.

Perbedaan kemasan ini, lanjut dia, sekaligus memastikan bahwa sudah tidak ada lagi vaksin Covid-19 tahap pertama dari Sinovac yang masih beredar.

Sebelumnya, isu yang berkembang bahwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac telah memasuki masa kedaluwarsa. Dalam keterangannya, Nadia menyebutkan vaksin Sinovac yang datang pada tahap pertama sebanyak 3 juta dosis (terdiri dari 1,2 juta dan 1,8 juta dosis) pada Desember 2020, bukanlah kedaluwarsa melainkan memasuki batas shelf life atau masa simpan.

Adapun masa simpan vaksin yang 1,2 juta vaksin hingga 25 Maret 2021, sementara 1,8 juta dosis vaksin memiliki masa simpan hingga Mei 2021. Namun demikian, kata Nadia, vaksin tersebut telah habis digunakan untuk vaksinasi bagi tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.

“Kemenkes mengikuti keputusan Badan POM. Sejak awal, kami menjaga agar penggunaan vaksin Sinovac dalam rentang shelf life atau masa simpan sesuai yang disampaikan oleh Badan POM,” tutur Nadia.

Baca juga: Budi Gunadi Sadikin: Vaksin Covid-19 Tak Ubah Kita Menjadi Superman


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT