MUI Meminta Dalang Aksi Bom Gereja Katedral Makassar Segera Ditangkap
TEMPO.CO | 28/03/2021 11:24
Ki-Ka: Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Pusat Ustad Muhammad Zaitun Rasmin, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas,  Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, Maruf Amin, Wakil Sekjen MUI, KH Tengku Zulkarnai
Ki-Ka: Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Pusat Ustad Muhammad Zaitun Rasmin, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas, Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, Maruf Amin, Wakil Sekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain, Wakil Ketua Umum MUI,Zainud Tauhid Saadi dan Bendahara MUI pusat, Ling Solihin saat konfrensi press mengenai pernyataan sikap MUI terhadap masalah penistaan Agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51. di kantor MUI Pusat, Jakarta, 13 Oktober 2016. Setelah melakukan kajian, MUI menilai pernyataan Ahok saat kunjungan kerja di Kepulauan Seribu dapat dikategorikan menghina Al Quran dan menghina ulama. Tempo/ Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia mengutuk aksi bom Gereja Katedral Makassar yang terjadi pada Ahad, 28 Maret 2021. “MUI mengutuk dengan keras tindakan pelaku peledakan bom di Makassar pagi ini yang telah membuat ketakutan  di tengah masyarakat  dan telah menyebabkan  jatuhnya korban jiwa,” kata Wakil Ketua MUI Anwar Abbas lewat keterangan tertulis, Ahad, 28 Maret 2021.

MUI, kata Anwar, tidak bisa mentoleransi tindakan bom bunuh diri tersebut. Dia mengatakan tindakan itu sangat bertentangan dengan nilai agama manampun.

“Tindakan ini jelas tidak bisa ditolerir karena sangat tidak manusiawi dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama manapun yang diakui di negeri ini,” ujar Anwar.

MUI meminta aparat hukum untuk menangkap orang di balik aksi yang diduga bom bunuh diri ini. Serta, membongkar motif atas tindakan tidak terpuji tersebut. “Di samping itu MUI juga  meminta supaya masalah ini jangan di kaitkan dengan agama dan atau suku tertentu di negeri ini, karena hal demikian akan semakin membuat rumit dan keruhnya suasana,” kata dia.

Baca: Bom Gereja Katedral Makassar, Pelaku Tak Sempat Masuk ke Lokasi


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT