Presiden Jokowi Sebut 3 Tahun Kita Tak Impor Beras, Yuk Intip Data BPS
TEMPO.CO | 30/03/2021 05:55
Sejumlah petani memanen padi di desa Nglaban, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Senin, 22 Maret 2021. Pemerintah Indonesia dan Thailand segera menandatangani kerjasama perjanjian impor beras 1 juta ton pada akhir Maret ini, sedangkan menurut data Kementerian
Sejumlah petani memanen padi di desa Nglaban, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Senin, 22 Maret 2021. Pemerintah Indonesia dan Thailand segera menandatangani kerjasama perjanjian impor beras 1 juta ton pada akhir Maret ini, sedangkan menurut data Kementerian Pertanian prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok periode Januari-Mei 2021 neraca pangan pokok, khususnya untuk komoditas beras dalam keadaan cukup diperkirakan surplus di atas kurang lebih 12 juta ton stok beras, pada akhir 2020 sebesar 7,38 juta ton. Sementara perkiraan produksi beras dalam negeri 2021 sebesar 17,51 juta ton. Sehingga, jumlahnya menjadi sekitar 24,9 juta ton. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut bahwa Indonesia sudah tidak impor beras sejak hampir tiga tahun terakhir.

Hal tersebut Jokowi sampaikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 26 Maret 2021 lalu. Ia mengakui memang ada Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dengan Thailand dan Vietnam. Namun hal itu dikatakannya hanya untuk berjaga-jaga di tengah kondisi pandemi yang penuh dengan ketidakpastian.

Persoalan impor beras Indonesia kian memanas dan menjadi polemik dalam beberapa waktu belakangan.

“Saya pastikan bahwa sampai bulan Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indonesia. Kita tahu, sudah hampir tiga tahun ini kita tidak mengimpor beras,” tutur Jokowi.

Namun, data berbeda dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan data milik BPS, impor beras masih terjadi dalam kurun waktu tersebut. Pada 2018, misalnya. Indonesia pada tahun itu mengimpor beras mencapai 2.253.824,5 ton dengan nilai 1,037 miliar dollar AS.

2018 memang tercatat sebagai tahun terakhir Indonesia membuka keran impor beras secara besar-besaran. Impor beras Indonesia menurun pada tahun 2019. Jumlahnya menjadi 444.508,8 ton dengan nilai 184,2 juta dollar AS.

Sepanjang tahun 2020, Indonesia masih mengimpor beras sebanyak 356.286 ton beras dengan nilai mencapai 195,4 juta dollar AS. Negara pengekspor beras terbanyak untuk Indonesia pada tahun 2020 adalah Pakistan. Jumlahnya mencapai 110.516 ton atau senilai 41,51 juta dollar AS.

Urutan kedua pengekspor beras terbanyak ke Indonesia disusul oleh Vietnam dengan jumlah 88.716 ton, setara dengan 51,1 juta dollar AS. Harga impor beras dari Vietnam lebih mahal daripada beras asal Pakistan.

Di samping itu, Jokowi mengakui memang ada Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dengan Thailand dan Vietnam. Namun hal itu dikatakannya hanya untuk berjaga-jaga di tengah kondisi pandemi yang penuh dengan ketidakpastian.

“Saya tegaskan sekali lagi, berasnya belum masuk," ujar Jokowi.

Jokowi pastikan bahwa beras hasil dari petani Indonesia akan diserap oleh Bulog. Ia juga katakan akan segera memerintahkan Menteri Keuangan untuk membantu penganggarannya.

“Kita tahu kita memasuki masa panen, dan harga beras di tingkat petani belum sesuai yang diharapkan. Oleh sebab itu, saya minta segera hentikan perdebatan yang berkaitan dengan impor beras. Ini justru bisa membuat harga jual gabah di tingkat petani turun atau anjlok,” lanjut Jokowi dalam video berdurasi 3 menit di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

ANNISA FEBIOLA

Baca juga: Jokowi Jamin Tak Ada Impor Beras Hingga Juni, Susi Pudjiastuti: Setelah Juni?


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT