Bandung Minta Pusat Biayai Lahan Flyover Feeder Kereta Cepat
TEMPO.CO | 22/04/2021 17:28
Wali Kota Bandung Oded M Danial. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung)
Wali Kota Bandung Oded M Danial. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung)

TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, pemerintah kota angkat tangan jika harus membiayai pembebasan lahan untuk membangun flyover di atas jalan kereta. Pemindahan stasiun akhir kereta cepat ke Padalarang memaksa percepatan pembangunan flyover untuk mengurangi perlintasan sebidang kereta dengan jalan raya, salah satunya di Kota Bandung.

“Saya berharap dari pusat,” kata Oded M Danial di Bandung, Kamis, 22 April 2021.

Oded mengatakan, membangun flyover di jalan kereta di Andir misalnya sudah menjadi rencana lama pemerintah Kota Bandung. Perlintasan kereta di Jalan Abdurahman Saleh, Kecamatan Andir menjadi salah satu titik kemacetan di Kota Bandung.

Tapi rencana tersebut, diakuinya selalu mentok pada pendanaan. “Pembebasan tanah itu kewajibannya provinsi dan kota Bandung,” kata Oded.

Dia mengatakan, hitungan sementara untuk pembebasan lahan keperluan membangun flyover di Andir menembus Rp 150 miliar. Jika harus menambal 20 persennya saja, pemerintah kota harus menyediakan dana Rp 20 miliar. “Saya dan Pak Gubernur sedang melobi terus ke pemerintah pusat agar ini bisa di take-over mereka,” kata dia.

Oded mengatakan, rencana pembangunan flyover Andir muncul belakangan. Pemerintah pusat saat ini membangun flyuover simpang Kopo di Jalan Soekarno Hatta, selanjutnya masih di jalan yang sama yakni flyover yang sekaligus melewati simpang Samsat dan Simpang Buahbatu.

Biaya pembebasan lahan untuk flyover simpang Samsat dan Buahbatu menembus Rp 600 miliar. Pemerintah Kota Bandung meminta agar biaya lahan ini di ambil alih pusat. “Saya berharap dari pusat,” kata Oded.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang A Koswara mengatakan, tahun ini dinasnya diminta membuat desain flyover di atas perlintasan kereta di Jalan Abdurahman Saleh, Kecamatan Andir, Kota Bandung. “Kita baru membuat desain tahun ini untuk KCIC itu,” kata dia, 22 April 2021.

Koswara mengatakan, flyover tersebut harus sudah rampung tahun depan. “Tahun depan harus sudah selesai,” kata dia.

Hari ini, Kamis, 22 April 2021, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan pengelolaan dua flyover di Jalan Jakarta, dan Jalan Laswi-Pelajar Pejuang. “Hari ini kita resmi menyerahkan kepada walikota Bandung, 2 flyover yang selama ini sudah soft-opening, di tes, di evaluasi, dan hasilnya sangat layak,” kata dia, Kamis, 21 April 2021.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo mengatakan, kereta feeder yang akan digunakan menggunakan kereta diesel yang menarik 5 gerbong penumpang. “Target operasi bulan Desember 2022,” kata dia, 12 April 2021.

Didiek mengatakan, ada sejumlah kendala. Di antaranya lokasi perlintasan jalur kereta eksisiting yang akan ditempuh kereta feeder yang masih sebidang dengan jalan raya. Tiga perlintasan sebidang tersebut berada di Jalan Sriwijaya dan Jalan Gatot Subroto di Kota Cimahi, serta Jalan Nurtanio-Abdurahman Saleh Kota Bandung.

Di atas tiga perlintasan sebidang tersebut harus dibangun flyover agar laju kereta feeder bisa mengejar target operasi melayani kereta cepat.“Karena pada saat kereta cepat beroperasi 100 perjalanan, itu headwaynya (kereta feeder) bisa 3-4 menit,” kata Didiek.

Didiek mengklaim, rencana membangun flyover di tiga perlintasan sebidang itu akan dimulai tahun ini. “Harapan kami tiga perlintasan ini bisa kita selesaikan sebelum akhir tahun 2022. Sehingga pada saat beroperasinya ini sudah selesai,” kata dia.

Sebagian dana membangun flyover rel kereta itu menggunakan dana PEN, sebagian dari dana Kementerian PUPR. Untuk flyover perlintasan kereta di Jalan Sriwijaya Kota Cimahi misalnya akan menggunakan dana PEN dan tengah menunggu rampungnya lelang kontraktor. Sementara untuk di jalan Gatot Subroto menggunakan dana Kementerian PUPR.

Didiek mengatakan, khusus untuk flyover ketiga di Kota Bandung, masih dibahas bersama pemerintah Kota Bandung dan provinsi Jawa Barat. “Mohon dukungan gubernur untuk dukungan percepatan pembangunan,” kata dia.

AHMAD FIKRI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT