Bambang Soesatyo Berkukuh Tegas Pada KKB Bukan Berarti Melanggar HAM
TEMPO.CO | 28/04/2021 21:30
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima anugerah Warga Kehormatan Brimob, secara virtual di Jakarta, Sabtu (14/11)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima anugerah Warga Kehormatan Brimob, secara virtual di Jakarta, Sabtu (14/11)

TEMPO.CO, Jakarta -Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan bersikap tegas terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB ) bukan sesuatu yang melanggar hak asasi manusia, apalagi sudah banyak korban jatuh akibat ulah mereka.

"Ini bukan soal pengabaian HAM. Ini soal keselamatan rakyat. Memangnya para pembunuh rakyat tak berdosa itu peduli HAM?" kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Rabu, 28 April 2021

Menurutnya negara wajib merespons dengan tegas aksi KKB yang memerangi negara, yang ditandai dengan pembunuhan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Papua, sejumlah prajurit TNI-Polri, warga sipil, hingga pembakaran sekolah, rumah, dan properti lain milik masyarakat.

Pernyataan Soesatyo menanggapi pernyataan sikap Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) dalam memandang kekerasan bersenjata yang berkelanjutan di tanah Papua yang sudah begitu banyak menelan korban jiwa. "PBHI harusnya juga menghayati dan bersimpati kepada semua pihak yang anggota keluarganya menjadi korban kekerasan bahkan pembunuhan oleh KKB," kata dia.

Politikus Partai Golkar itu juga menegaskan, untuk keutuhan NKRI, dia siap bertanggung jawab. "Yang penting para pembunuh, anggota gerakan separatis dan teroris yang tidak peduli HAM, itu musnah dan rata dulu," kata dia.

Sehingga rakyat Papua, kata Soesatyo, bisa hidup tenang dan damai kembali. "Jika ada yang mempersoalkan statement saya, soal HAM kita bicarakan kemudian, sebagai pimpinan MPR saya siap pasang badan dan bertanggung jawab," ucapnya.

Jika PBHI memperjuangkan keadilan, kata Soesatyo, seharusnya juga bersimpati kepada negara dan semua keluarga korban kekerasan dan pembunuhan oleh  KKB. "Bukan hanya bersimpati kepada KKB dan membela HAM mereka," ujar Soesatyo.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT