Kisah Muslim di India yang Jual Mobil Demi Bantu Ribuan Pasien Covid-19
TEMPO.CO | 30/04/2021 09:43
Orang-orang membawa tabung oksigen setelah diisi ulang di sebuah pabrik, di tengah penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19) di Ahmedabad, India, 25 April 2021.[REUTERS / Amit Dave]
Orang-orang membawa tabung oksigen setelah diisi ulang di sebuah pabrik, di tengah penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19) di Ahmedabad, India, 25 April 2021.[REUTERS / Amit Dave]

TEMPO.CO, - Badai Covid-19 di India membuat banyak orang mendedikasikan diri mereka untuk membantu sesama terlepas dari latar belakangnya. Hal ini berlaku pula untuk umat Islam yang menjadi minoritas di sana.

Shahnawaz Shahalam Sheikh, misalnya, ia menjalankan "ruang perang COVID" di Mumbai untuk membantu orang-orang dengan tabung oksigen karena rumah sakit di seluruh India kehabisan stok gas tersebut. Hal itu mendorong Sheikh, yang memutuskan menghabiskan semua tabungannya untuk membeli 30 tabung oksigen guna membantu orang-orang yang menderita virus tersebut.

“Teman saya kehilangan sepupunya karena rumah sakit dibebani oleh pasien COVID. Saya memutuskan untuk memberikan tabung oksigen kepada pasien yang sakit kritis sampai mereka dirawat di rumah sakit mana pun," katanya dikutip dari Aljazeera, Jumat, 30 April 2021.

Sheikh bahkan menjual mobil SUV miliknya untuk membeli tabung oksigen lebih banyak. Dari 30 tabung, kini ia memiliki 200 tabung oksigen dan telah membantu hampir 6 ribu orang serta menyelamatkan banyak nyawa.

“Setiap hari, kami mendapat ratusan panggilan untuk meminta bantuan. Terkadang kami bisa membantu dan terkadang tidak," ucap dia.

Sheikh, yang sekarang dikenal sebagai Oxygen Man, mengatakan bahwa ajaran Nabi Muhammad menginspirasinya untuk mengambil inisiatif, yang dia harap akan membantu orang-orang melepaskan "citra negatif" tentang komunitas Muslim di negara tersebut.

“Ada begitu banyak hal negatif tentang Muslim di India saat ini. Saya ingin mengubah citra itu,” katanya.

Baca juga: Setiap Hari Kasus Covid-19 di India Bertambah 300 Ribu

Sumber: ALJAZEERA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT