Larangan Mudik, KAI Batalkan 231 Tiket Penumpang Tak Punya Surat Izin Bepergian
TEMPO.CO | 06/05/2021 16:36
Calon penumpang mencetak tiket di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Ahad, 13 Desember 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat
Calon penumpang mencetak tiket di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Ahad, 13 Desember 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan tiket 231 penumpang di hari pertama larangan mudik, Kamis, 6 Mei 2021. Para penumpang tidak membawa surat izin perjalanan.

“Yang bersangkutan tidak kami izinkan untuk berangkat dan tiketnya dibatalkan,” kata Vice President Public Relations PT KAI Joni Martinus saat dihubungi pada Kamis, 6 Mei.

Pemerintah mulai memberlakukan larangan mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021. Selama kebijakan berlangsung, masyarakat dilarang bepergian untuk tujuan mudik.

Masyarakat yang boleh bepergian adalah mereka yang memiliki kepentingan khusus,  seperti pekerja yang akan melakukan perjalanan dinas, keluarga yang akan melakukan kunjungan duka, ibu hamil, serta orang-orang yang membutuhkan layanan medis. Kelompok yang dikecualikan ini pun wajib mengantongi dokumen tertentu, seperti surat-izin keluar masuk atau SIKM khusus rute Jakarta dan surat tugas.

Pada hari pertama larangan mudik, penumpang kereta jarak jauh melorot tajam tinggal 8 persen dari rata-rata jumlah penumpang harian. Angka itu dihimpun dari jumlah tiket kereta api yang terjual hingga Kamis siang, 6 Mei 2021, pukul 13.30 WIB.

“Tiket kereta terjual 8 persen dari rata-rata volume kereta jarak jauh di April yang sebesar 33.882 penumpang per hari,” ujar.

Joni menyebut penurunan jumlah penumpang juga berdampak pada total kereta api yang beroperasi. Saat larangan mudik, KAI hanya mengoperasikan 19 kereta jarak jauh dan 16 kereta lokal.

Kereta jarak jauh komersial yang tetap melayani penumpang adalah KA Argo Bromo Anggrek (Gambir - Surabaya Pasarturi PP), Argo Wilis (Bandung - Surabaya Gubeng PP), Gajayana (Gambir - Malang PP), Bima (Gambir - Surabaya Gubeng PP), dan Argo Lawu (Gambir-Solo Balapan PP).

Sedangkan kereta jarak jauh bersubsidi yang tetap beroperasi ialah  ke \ KA Maharani, Kahuripan, Sritanjung, Bengawan, Serayu, Kutojaya Selatan, Tawangalun, Probowangi, Tegal Ekspres, Bukit Serelo, Kuala Stabas, Rajabasa, Putri Deli, dan Pasundan. Adapun 16 KA lokal yang beroperasi meliputi KA Cibatuan, Lokal Bandung Raya, Penataran, Tumapel, Dhoho, Siliwangi, Pandan Wangi, Siantar Ekspres, Sibinuang, Srilelawangsa, Kedung Sepur, Jenggala, Bathara Kresna, Cut Meutia, Lembah Anai, dan Minangkabau Ekspres.

Baca Juga: Larangan Mudik, Pelni Makassar Setop Penjualan Tiket Penumpang Selama 12 Hari


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT