Mudik Dilarang, Bus Sinar Jaya Cuma Bawa 1 Penumpang dari Terminal Kalideres
TEMPO.CO | 07/05/2021 03:15
Seorang calon penumpang membeli tiket di loket bus di Terminal Kalideres, Jakarta, 10 April 2021. Pemerintah telah melarang mudik Lebaran 2021 pada 6 sampai 17 Mei 2021 mendatang dengan mempertimbangkan risiko penularan COVID-19 yang masih tinggi. TEMPO/F
Seorang calon penumpang membeli tiket di loket bus di Terminal Kalideres, Jakarta, 10 April 2021. Pemerintah telah melarang mudik Lebaran 2021 pada 6 sampai 17 Mei 2021 mendatang dengan mempertimbangkan risiko penularan COVID-19 yang masih tinggi. TEMPO/Fajar Januarta

TEMPO.CO, Jakarta - Imbas pemberlakuan larangan mudik, perusahaan otobus (PO) Sinar Jaya cuma mengangkut satu penumpang dari Terminal Kalideres menuju Jawa Tengah. Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnain mengatakan total 22 penumpang berangkat pada hari pertama larangan mudik ini.   

"Ada dua armada PO Sinar Jaya yang berangkat ke Jawa Tengah. Ada yang isinya satu, ada yang isinya dua," kata Revi di Jakarta, Kamis malam, 6 Mei 2021.

Sejak Kamis pagi hingga pukul 20.00, total ada lima armada bus berangkat dari Terminal Bus Kalideres. Lima armada itu adalah PO Sinar Jaya tujuan Jawa Tengah, PO Jaya tujuan Ponorogo, PO Santika tujuan Jepara, dan PO Pahala Kencana tujuan Surabaya-Denpasar.

"Jadi yang berangkat lima bus, penumpangnya 22 orang," ujar Revi.

Menurut Revi, semua bus tujuan ke luar Jabodetabek di Terminal Kalideres harus memiliki stiker khusus dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Stiker itu mempunyai barcode yang bisa dipindai menggunakan kamera ponsel untuk mengecek keasliannya.

Dari barcode itu bisa diketahui data kendaraan, data perusahaan, dan juga tujuan bus. "Jadi bisa dipastikan kalau stiker dengan kode bar tersebut tidak dapat dipalsukan," ujarnya.

Jumlah bus di Terminal Kalideres yang mempunyai stiker khusus itu berjumlah 18 armada pada Kamis malam.

Pada saat ini tercatat 137 perusahaan otobus yang melayani perjalanan ke Jawa dan Sumatera dari Terminal Kalideres. Masing-masing PO memperbantukan 20 persen dari total armadanya untuk pelayanan mudik lebaran.

Namun, kebijakan larangan mudik mulai 6-17 Mei membuat Terminal Kalideres sepi penumpang. Hanya penumpang yang memiliki SIKM atau surat tugas dari instansi pemerintah yang diperbolehkan melakukan perjalanan. "Tadi ada bus yang nongkrong, tapi setelah itu pulang lagi ke pool karena nggak ada penumpangnya," kata Revi.

Baca juga: Macet 8 Kilometer di Tol, Polisi Buka Sementara Penyekatan Mudik di Cikarang


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT