Cerita Sri Mulyani soal Upah hingga Stres Perempuan di Tengah Covid-19
TEMPO.CO | 07/05/2021 20:25
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara diskusi Tempo bertajuk "Perempuan Penggerak Ekonomi di Masa Pandemi", Jumat, 23 April 2021. (TEMPO)
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara diskusi Tempo bertajuk "Perempuan Penggerak Ekonomi di Masa Pandemi", Jumat, 23 April 2021. (TEMPO)

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali bercerita soal perempuan yang menanggung beban lebih berat ketimbang laki-laki di masa pandemi Covid-19. Salah satunya karena pandemi ini berdampak pada sektor kesehatan dan sosial.

Menurut Sri Mulyani, 70 persen tenaga kerja di sektor ini adalah perempuan. Sehingga walaupun Covid-19 tidak memilih, perempuan lebih merasakan dampaknya ketimbang laki-laki

"Jadi dampaknya menjadi tidak sama," kata Sri Mulyani dalam acara Khamatam Akbar Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta pada Jumat, 7 Mei 2021.

Walau jumlah tenaga kerja perempuan di sektor ini lebih banyak, kata Sri Mulyani, tapi ada kesenjangan upah dengan laki-laki. Pekerja perempuan ini mendapatkan upah 11 persen yang lebih rendah ketimbang laki-laki.

Selain di sektor kesehatan dan sosial, Covid-19 juga berimbas pada sektor UMKM. Mayoritas pelaku UMKM ini, kata Sri Mulyani, merupakan perempuan. Sehingga, Covid-19 ini telah mengurangi pendapatan pertemuan hingga 82 persen, lebih tinggi dari laki-laki yang sebesar 80 persen.

Selanjutnya, yaitu dampak pada urusan domestik. Menurut Sri Mulyani, 19 persen mengalami peningkatan intensitas pekerjaan rumah tangga yang tak berbayar, sementara laki-laki hanya 11 persen.

"Biasanya kita menganggap, ya perempuan cuci piring itu biasa, beresin baju-baju biasa, bersih-bersih biasa. Padahal kalau seandainya itu dilakukan oleh pekerja rumah tangga dan harus dibayar, itu ada nilainya. Tapi selama ini sering dianggap sebagai, ya memang seharusnya begitu, inilah yang kemudian memberikan beban lebih besar," kata Sri Mulyani.

Terakhir, kata Sri Mulyani, berbagai survei juga menyebutkan bahwa 57 persen perempuan mengalami peningkatan stres dan kecemasan di masa pandemi ini. Ini lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang hanya 48 persen.

BACA: KSP: Jokowi dan Sri Mulyani Satu Suara Soal THR PNS Tanpa Tukin

FAJAR PEBRIANTO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT