13 ABK Asing Positif Covid-19 Dirujuk ke RSUD Cilacap
TEMPO.CO | 08/05/2021 21:02
Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]
Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]
TEMPO.CO, Semarang - Sebanyak 13 anak buah kapal atau ABK asing positif Covid-19 dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan mereka merupakan ABK asal Filipina.
 
Berdasarkan laporan yang ia kantongi, ada satu ABK yang membutuhkan perawatan intensif di RSUD Cilacap. "Kami juga memfasilitasi terapi plasma konvalesen kepada satu ABK yang kondisinya tidak stabil," kata Ganjar pada Sabtu, 8 Mei 2021.
 
Para ABK tersebut bekerja untuk kapal pengangkut gula rafinasi yang bersandar di Cilacap pada 25 April 2021 sekitar pukul 16.00. Petugas karantina kesehatan pelabuhan atau KKP lantas melakukan pemeriksaan awal dan menemukan 3 ABK positif Covid-19 berdasarkan tes antigen.
 
Lantaran ditemukan 3 ABK positif Covid-19, kemudian dilakukan tes polymerasi chain reaction atau PCR di Rumah Sakit Pertamina Cilacap. Hasilnya 13 ABK positif Covid-19 dan diisolasi dan dirawat di RSUD Cilacap. selama menunggu hasil tes itu mereka diisolasi di kapal.
 
Berdasarkan pelacakan kontak, 49 orang yang terlibat bongkar muat dites antigen. Hasilnya mereka negatif Covid-19. Sementara ABK asing yang dikonfirmasi negatif Covid-19 menjalani isolasi mandiri di atas kapal.
 
Berkaca pengalaman tersebut, Ganjar meminta pintu masuk Jawa Tengah semakin diperketat. Dia menginstruksikan otoritas pelabuhan dan bandara selektif menerima orang masuk, khsusunya dari negara dengan kasus positif Covid-19 tinggi seperti India. "Kalau perlu sebelum masuk harus komunikasi dulu sehingga kalau harus dilakukan pemeriksaan bisalah saat mereka berada di samudera lepas dulu," tuturnya.

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT