Pengendalian Arus Mudik, Doni Monardo Ingatkan Fenomena Pingpong dan Balon
TEMPO.CO | 16/05/2021 15:57
Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya positif tertular virus corona menyusul
Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya positif tertular virus corona menyusul aktivitas padat dalam sepekan terakhir memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengingatkan agar tidak terjadi fenomena pingpong dan balon dalam pengendalian arus mudik dan virus corona.

Ia menjelaskan fenomena pingpong yang dimaksud adalah pergerakan bolak-balik antara Jawa dan Sumatera dalam mengoper virus corona. "Jangan sampai terjadi fenomena pingpong," kata Doni dalam keterangannya, Ahad, 16 Mei 2021.

Doni mengatakan, ketika pemudik dari Pulau Jawa ke Sumatera yang hendak kembali ke Jawa melalui Bakauheni harus menjalani rapid test. Jika positif, penyebrang tidak boleh putar balik. Tetapi harus dikarantina.

Sedangkan fenomena balon dalam pengendalian virus corona, Doni menjelaskan bahwa balon yang ditekan satu sisi akan menggelembung di sisi yang lain. Kuncinya, kata Doni, ada di disiplin dan kerja sama semua pihak. "Petugasnya bergerak satu komando, pemerintah pusat dan daerah bekerjasama dengan baik, didukung masyarakat yang sadar menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Doni juga meminta perhatian semua petugas di lapangan agar tidak terjadi penumpukan di satu titik. Ia menilai, petugas harus diatur tiga shift dalam memantau kondisi arus balik lebaran yang akan berlangsung selama 24 jam.

FRISKI RIANA

Baca: Muhadjir Ingatkan Antisipasi Arus Balik Lebaran bukan Hanya di DKI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT