Jokowi Salah Sebut Padang Sebagai Provinsi Saat Tinjau Jalan Tol Trans Sumatera
TEMPO.CO | 19/05/2021 11:49
Presiden Joko Widodo berbicara setelah mendapat injeksi vaksin Covid-19 yang kedua, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021. Foto:  Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo berbicara setelah mendapat injeksi vaksin Covid-19 yang kedua, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengadakan kunjungan untuk meninjau pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera untuk ruas Pekanbaru-Padang, Seksi Pekanbaru-Bangkinang, Kota Pekanbaru pada Rabu, 19 Mei 2021.

Dalam sambutannya, Jokowi salah sebut Padang sebagai provinsi, dalam video YouTube Sekretariat Presiden pada menit ke 15.50. "Sekali lagi dengan terbukanya banyak ruas-ruas jalan tol ini, kita harapkan mobilitas barang, mobilitas orang bisa dipercepat dan kita memiliki daya saing yang tinggi terhadap negara-negara lain,” katanya.

Leboh lanjut Jokowi mengatakan, “Dan produk-produk yang ada, baik di Provinsi Riau dan di Provinsi Padang nantinya akan memiliki daya saing yang baik. Terutama, dalam rangka bersaing dengan produk-produk dari negara-negara lain," kata dia. Tentu saja, maksud Presiden Jokowi adalah Padang, ibu kota Provinsi Sumatera Barat.

Kesalahan sebut itu, sontak mendapat perhatian publik. Sebelumnya, akun resmi Facebook Presiden Joko Widodo pernah pula salah menuliskan lokasi provinsi, seharusnya tertulis Sulawesi Selatan namun di akun tersebut ditulis Sulawaesi Utara, pada Rabu, 5 November 2014, di update pukul 14.00. "Hari ini saya melakukan blusukan ke Sulawesi Utara. Ditemani oleh Ibu Negara Iriana, sekitar pukul 10.00 tadi pagi alhamdulillah saya telah tiba di Makassar dan akan meninjau irigasi serta mengikuti kegiatan panen padi di Sidrap," begitu tulisan di status Facebook Presiden Joko Widodo, saat itu.

Setahun kemudian, saat menyampaikan pengguna media sosial atau warganet pun pernah mengkritik Presiden Joko Widodo akibat salah ucap saat pidato peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2015, di alun-alun Kota Blitar, Jawa Timur. Jokowi mengatakan tempat kelahiran Presiden Sukarno adalah Blitar, bukan Surabaya.. "Setiap kali saya berada di Blitar, kota kelahiran Proklamotor kita, hati saya selalu bergetar," kata Jokowi, kaala itu.

Di Denpasar,  Jokowi pun keseleo lidah saat menyampaikan, “Seluruh warga Kota Denpasar khususnya Badung...,” katanya sebelum meresmikan Pasar Badung, Denpasar, Jumat 22 Maret 2019. Kontan masyarakat pun bersorak sehingga, ia meluruskan, “Seluruh warga Kota Denpasar khususnya Pasar Badung,” kata Jokowi yang kemudian disambut tepuk tangan ribuan masyarakat yang menyaksikan saat acara peresmian pasar cashless itu.

“Saya itu setiap jam ganti provinsi, setiap jam ganti kabupaten, setiap jam ganti kota sehingga kadang-kadang error. Mohon maaf. Tadi pagi masih di Jakarta, siang di Lombok, sore sudah sampai di Denpasar diuyel-uyel sampai ke depan sini,” kata Jokowi, saat itu.

Baca: Jokowi Salah Sebut Kota Kelahiran Sukartno, Netizen Heboh




REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT