Telegram Novel Baswedan Dibajak, Akun WA Eks Jubir KPK Tak Bisa Diakses
TEMPO.CO | 21/05/2021 14:09
Telegram Novel Baswedan Dibajak, Akun WA Eks Jubir KPK Tak Bisa Diakses
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Febri Diansyah melambaikan tangan ke arah wartawan usai menyampaikan pengunduran dirinya sebagai pegawai dari lembaga anti korupsi tersebut di gedung KPK, Kamis 24 September 2020. Mantan Juru Bicara KPK tersebut mengundurkan diri sebagai Kepala Biro Humas sekaligus Pegawai KPK karena merasa kondisi politik dan hukum telah berubah tidak sesuai dengan semangat independensi sebagai lembaga pemberantas korupsi seperti awal dirinya menjadi bagian KPK. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melaporkan akun Telegram miliknya dibajak (peretasan) sejak pukul 20.22 WIB, Kamis, 20 Mei 2021. Novel menyebut akun tersebut tidak lagi di bawah kendalinya.

Informasi ini disampaikan Novel di akun twitternya @nazaqistsha pada hari yang sama, pukul 22.54 WIB. Novel juga melaporkan akun Telegram Sujanarko juga dibajak sejak pukul 20.31 WIB. Sujanarko merupakan Direktur Pembinaan Jaringan Antar-Komisi dan Instansi KPK.

"Bila ada yang dihubungi gunakan akun tersebut, itu bukan kami," kata Novel Baswedan.

Selang beberapa menit, giliran mantan juru bicara KPK Febri Diansyah yang melaporkan akun WhatsApp miliknya tidak bisa diakses. Informasi itu disebarkan oleh Febri lewat akun twitter resminya @febridiansyah pada pukul 23.20 WIB, Kamis, 20 Mei 2021.

"Jika ada pesan yg saya kirimkan saat ini, itu bukan dari saya," tulis Febri. Selain itu, Febri juga melaporkan bahwa sebelumnya juga ada incomplete login di akun Telegram miliknya.

Tempo menghubungi Febri dan Novel dan belum ada balasan. Akan tetapi, Kepala Divisi Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur telah mendapat laporan soal kejadian ini dan membenarkannya. "Iya benar," kata Isnur saat dihubungi.

Khusus untuk Sujanarko, Isnur menyebut ia sebenarnya tidak memiliki akun Telegram. Tapi, tiba-tiba ada akun Telegram atas nama Sujanarko. "Itu dipakai nomor dia (Sujanarko), seperti dikloning," kata Isnur ihwal peretasan yang dialami Novel Baswedan dan Febri.

Baca juga: Ada Sembilan Pola Gangguan dalam Peretasan Aktivis ICW

FAJAR PEBRIANTO

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT