Peneliti Senior LIPI Sebut AHY Punya Peluang Jadi Capres Alternatif
TEMPO.CO | 07/03/2018 09:45
Peneliti Senior LIPI Sebut AHY Punya Peluang Jadi Capres Alternatif
Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya AM Fatwa di Jalan Condet Pejaten, Jakarta Selatan, 14 Desember 2017. SBY tiba bersama putranya, Agus Harimurti Yudhoyono. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsudin Haris menyebutkan nama-nama calon presiden dan calon wakil presiden alternatif untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Menurut Haris, alternatif calon presiden ketiga yang muncul selain Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 diperlukan untuk mencegah perpecahan masyarakat.

Siapa calon alternatif menurut Syamsudin Haris? Di anatara nama-nama yang disebutkannya, nama Agus Harimurti Yudhoyono disebutnya dua kali.
Berikut nama-nama alternatif itu:

Baca:
Pengamat: Calon Presiden 2019 Perlu ...
PAN Wacanakan Bentuk Poros Ketiga dalam ...

"AHY punya peluang karena dari sisi ambang batas pencalonan presiden, dia memiliki peluang," ujar Haris saat ditemui di Indonesia Corruption Watch, Selasa, 6 Maret 2018. Ambang batas pencalonan presiden yang sudah ditetapkan Undang-Undang Pemilu adalah 20 persen dari kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pemilu legislatif. Besarnya ambang batas itu, kata dia, membuat pilihan alternatif calon presiden tidak banyak. Agus dinilai bisa memenuhi persyaratan dan menjadi calon alternatif.

 

  • Ketua partai

Muhaimin Iskandar

Airlangga Hartarto

Zulkifli Hasan


  • Anggota kabinet

Basuki Hadimuljono

Sri Mulyani

Susi Pudjiastuti

Baca juga:
Keliling Daerah, AHY Serukan Dirinya Bisa Jadi Capres Alternatif ...
Capres Alternatif Perlu untuk Cegah Perpecahan akibat Pilpres

  • Tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi

Mahfud MD

Yenny Wahid

Haedar Nashir

 

  • Tokoh yang terekam survei

Agus Harimurti Yudhoyono

Anies Baswedan

Gatot Nurmantyo

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT