Bimanesh Akui Bertemu Fredrich sebelum Setya Novanto Kecelakaan
TEMPO.CO | 08/03/2018 19:26
Bimanesh Akui Bertemu Fredrich sebelum Setya Novanto Kecelakaan
Tersangka menghalangi penyidikan, Bimanesh Sutarjo, saat menghadiri sidang pembacaan dakwaannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, 8 Maret 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Wirawan Adnan, pengacara dokter Bimanesh Sutarjo, menjelaskan kliennya mengakui ihwal pertemuannya dengan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, sehari sebelum insiden kecelakaan mobil terjadi. Pertemuan itu, kata Wirawan, terjadi di kediaman Bimanesh yang berada di Apartemen Botanica Tower 3/3A, Jakarta Selatan, pada 16 November 2017.

"Pertemuannya bukan membahas rekayasa. Fredrich menemui Bimanesh untuk konsultasi mengenai hipertensi beratnya Setya Novanto," ujar Wirawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis 8 Februari 2018.

Baca: Bimanesh Didakwa Palsukan Data dan Rekayasa Luka Setya Novanto

Ia melanjutkan, kliennya mengakui pertemuannya itu, tetapi bukan dakwaan yang dituduhkan jaksa KPK.

Bimanesh bersama-sama Fredrich Yunadi didakwa telah sengaja merintangi atau menggagalkan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan terhadap tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Setya Novanto.

Dalam dakwaan disebutkan persekongkolan antara Bimanesh dan Fredrich untuk merintangi penyidikan berupa merekayasa data medis agar Setya dirawat inap di RSPH sehingga terhindar dari pemeriksaan KPK pada 16 November 2017 lalu.

Baca: Sidang Bimanesh, Jaksa: Infus Setya Novanto untuk Anak-anak

Jaksa KPK menjerat Bimanesh dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak pidana korupsi yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atas perbuatannya itu, Bimanesh terancam hukuman penjara empat hingga dua belas tahun.

Menanggapi dakwan, pengacara Bimanesh Sutarjo, Wirawan mengaku tidak akan mengajukan nota keberatan hukum atau eksepsi. Ia menjelaskan kliennya akan berusaha kooperatif. "Kami sedang berpikir untuk mengajukan justice collaborator," kata dia.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT