Cerita Perawat RS Medika Memergoki Setya Novanto yang Tiba-tiba Lemah Lunglai
TEMPO.CO | 03/04/2018 10:58
Cerita Perawat RS Medika Memergoki Setya Novanto yang Tiba-tiba Lemah Lunglai
Terdakwa mantan ketua DPR, Setya Novanto, mengikuti sidang pembacaan tuntutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 29 Maret 2018. Dalam sidang ini Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Setya Novanto, 16 tahun penjara ditambah denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Perawat Rumah Sakit Medika Permata Hijau Indri Astuti mengaku sempat memergoki Setya Novanto berdiri tegak padahal sehari sebelumnya dia masih terbaring lemas akibat kecelakaan.

“Jam enam pagi saya masuk ke kamar, saya lihat bapak itu (Setya) berdiri tegak sedang buang air kecil di tempat pipis atau urinal,” kata Indri saat menjadi saksi untuk terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin 2 April 2018.

Indri mengatakan pagi hari itu dirinya hendak memeriksa tekanan darah Setya. Namun Indri melihat Setya saat itu masih tertidur sehingga ia pun kemudian meninggalkan alat pengukur tensi di kamar VIP 323.

Baca juga: Sidang Bimanesh, Pemasang Infus Setya Novanto Jadi Saksi Hari Ini

Beberapa menit kemudian, Indri kembali ke kamar 323 untuk melakukan observasi menjelang aplusan. Namun ia kaget melihat Setya bisa kencing sambil berdiri tegak.

Indri mengatakan dirinya masuk ke ruangan 323 secara pelan-pelan. Menurut Indri kemungkinan Setya saat itu tidak mendengar ada orang masuk.

Melihat Setya selesai buang air kecil, Indri kemudian bergegas membantu Setya untuk kembali ke tempat tidur. Namun Indri mengatakan Setya kaget melihat ada orang yang datang.

“Saat itu saya langsung bilang ‘pak sini saya tolongin’. Tapi si bapak itu kaget sampai badannya terangkat,” kata Indri.

Mengetahui ada orang yang masuk, menurut Indri gelagat Setya langsung berubah, dari yang sebelumnya berdiri tegak menjadi lemas dan lunglai. “Dia merebahkan badannya dengan susah payah ke ranjang, padahal tadinya berdiri tegak,” kata Indri.

Di persidangan, Hakim Machfudin pun bertanya apakah Setya sudah selesai kencing ketika Indri membantu merebahkannya ke ranjang. “Tetapi dia sudah selesai buang air kecilnya?” tanya hakim. “Sudah pak,” jawab Indri.

Usai membantu Setya berbaring di ranjang, Indri kemudian memeriksa tekanan darah Mantan Ketua DPR itu. Menurut Indri tekanan darah Setya saat itu 160/90.

Baca juga: Cerita Perawat Saat Setya Novanto Tiba di RS Usai Kecelakaan

Indri dihadirkan sebagai saksi terdakwa kasus merintangi penyidikan Setya Novanto, dokter Bimanesh Sutarjo. Ia merupakan perawat yang menangani Setya di ruangan 323. Ketika memberikan keterangan beberapa kali Indri terisak saat menjelaskan kejanggalan yang ia temukan.

Bimanesh diduga merekayasa rekam medis Setya Novanto untuk menghindarkannya dari pemeriksaan KPK.

Jaksa mendakwa Bimanesh melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT