Asosiasi Pengusaha Tolak Penambahan Cuti Bersama Lebaran
TEMPO.CO | 02/05/2018 12:46
Asosiasi Pengusaha Tolak Penambahan Cuti Bersama Lebaran
Salinan foto Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2018 yang ditanda tangani hari ini di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu, 18 April 2018. Kementerian PANRB

TEMPO.CO, Jakarta - Para pelaku usaha menyatakan keberatan dengan rencana revisi cuti bersama Lebaran 2018 dari yang sebelumnya empat hari menjadi tujuh hari, karena dinilai membebani proses produksi dan aktivitas ekspor.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani menanggapi miring soal rencana penambahan cuti bersama tersebut. Dia mengatakan libur panjang akan menyebabkan penurunan produksi di sektor industri.

Baca juga: Isu Jokowi Revisi Cuti Bersama Lebaran, Ini Tanggapan Istana

“Contohnya terhadap industri serat sintetis (synthetic fiber). Jika libur panjang dilakukan, hal itu dapat menurunkan volume produksi hingga 50 persen,” ujarnya pada Selasa malam, 1 Mei 2018.

Menurutnya, libur di atas jumlah normal akan berdampak pula pada aktivitas ekspor. Dia memperkirakan kondisi itu bakal menimbulkan gangguan jadwal kapal dan penambahan biaya distribusi.

Di sektor jasa, lanjut Hariyadi, kendati tempat wisata bakal menikmati berkah kebanjiran pengunjung, hal itu tidak akan terjadi di seluruh wilayah. Daerah-daerah yang tidak memiliki kawasan wisata unggulan justru akan sepi.

Dia menyebut aturan awal cuti bersama yang ditetapkan, yaitu dua hari menjelang dan dua hari setelah Lebaran 2018, sebenarnya sudah sesuai ekspektasi pelaku usaha. Pasalnya, industri tidak akan lama berhenti produksi sehingga tidak terlalu membawa risiko terhadap inflasi.

 

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT