Debat Pilgub Jatim 2018, Dua Calon Adu Konsep Soal Ekonomi Rakyat
TEMPO.CO | 08/05/2018 21:33
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak dan nomor urut dua Saifullah Yusuf - -Puti Guntur Soekarno saling bersalaman dalam Debat Publik I Pilgub Jatim di Gedung Dyandra Convetion Center,
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak dan nomor urut dua Saifullah Yusuf - -Puti Guntur Soekarno saling bersalaman dalam Debat Publik I Pilgub Jatim di Gedung Dyandra Convetion Center, Surabaya, Jawa Timur, 10 April 2018. ANTARA/Zabur Karuru

TEMPO.CO, Surabaya - Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur kembali menggelar debat publik pemilihan kepala daerah Jawa Timur di Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa malam, 8 Mei 2018. Debat pilgub Jatim 2018 yang kedua kali itu mengangkat tema ekonomi dan pembangunan.

Pada sesi pertama, moderator memberikan kesempatan kepada setiap pasangan calon menyampaikan program kerja yang terkait dengan ekonomi dan pembangunan. Setiap pasangan diberikan waktu dua menit.

Baca: Debat Kedua Pilgub Jatim, Gus Ipul-Puti Guntur Libatkan Pakar

Pasangan nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, mengatakan Jawa Timur merupakan penyangga bahan pangan nasional, di antaranya beras, garam, gula, serta jagung. "Ini sebuah kontribusi luar biasa," kata Khofifah.

Khofifah berharap semua itu tak hanya meningkatkan perekonomian, tapi juga indeks pembangunan manusia. Ia juga ingin petani mendapatkan proteksi. Dia pun berharap infrastruktur diberikan kepada warga di pelosok.

Simak: Timses Pasangan Calon Pilgub Jatim 2018 Apresiasi Debat Kandidat

Adapun pasangan nomor urut 2, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Sukarno, mengatakan ada dua hal pokok yang bisa mengatasi kesenjangan ekonomi, yakni mendorong kolaborasi gotong royong dan sinergi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Gus Ipul—sapaan Saifullah Yusuf—berujar agenda prioritas persoalan ekonomi ada tiga hal. Pertama pembelaan usaha mikro kecil menengah dan koperasi, kedua menumbuhkan pusat perekonomian baru, dan ketiga adalah infrastruktur yang berkeadilan.

NUR HADI

REKOMENDASI BERITA