Gadis Cilik Anak Jalanan Blok M Korban Pelacuran untuk WNA
TEMPO.CO | 21/12/2017 19:22
Gadis Cilik Anak Jalanan Blok M Korban Pelacuran untuk WNA
Ilustrasi pelacuran / prostitusi. REUTERS/Edgar Su

TEMPO.CO, Jakarta - Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap perdagangan anak di bawah umur untuk pelacuran yang melibatkan warga negara asing.

"Para korban dijadikan pekerja seks komersial untuk melayani warga negara asing," kata Kepala Polres Jakarta Selatan Komisaris Besar Mardiaz Kusin di kantornya, Kamis, 21 Desember 2017.

Tiga korban yang sudah memberikan kesaksiannya atas kasus pelacuran ini adalah N, 12 tahun, J (11) dan M (22). Mardiaz menduga para tersangka mempunyai jaringan dalam perdagangan anak untuk pelacuran dengan menilik pelanggannya adalah orang asing.

LihatMengapa Jakarta Butuh Lokalisasi Pelacur? Ini Penjelasannya

Mereka adalah anak jalanan perempuan di sekitar Blok M yang biasa menjual tisu, Jakarta Selatan. Mereka direkrut dengan janji diberi uang untuk dipekerjakan di tempat hiburan malam namun kenyataannya dijadikan bisnis pelacuran.

Polres Jakarta Selatan menangkap tiga tersangka pada Rabu lalu, 20 Desember 2017 setelah orangtua korban melapor ke polisi. Tiga tersangka perdagangan anak untuk pelacuran itu berinisial F, 18 tahun, D (17), dan S (54). "Tersangka F dan D sebagai perekrut dan maminya (muncikari) Si S," tutur Mardiaz.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Ajun Komisaris Besar Bismo Teguh Prakosa menerangkan, korban yang berinisial M baru lapor kepada polisi hari ini, Kamis, 21 Desember 2017. Gadis itu mengaku telah menjadi korban pelacuran selama sekitar lima tahun sejak usia 17 tahun.

"Kami duga korbannya banyak," ujarnya.

Menurut Bismo, anak jalanan Blok M korban pelacuran tersebut dibanderol Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta sekali transaksi untuk melayani WNA. Muncikarinya mendapatkan 60 persen dari nilai transaksi, sisanya dibagi untuk korban dan perantara. "Tarif termurah untuk melayani masturbasi."

Sudah dua bulan N dan J dijadikan pelacur. Mereka biasa diminta melayani pelanggan setidaknya di lima hotel kawasan Jakarta Selatan. Pemasaran bisnis pelacuran anak jalanan Blok M itu dari mulut ke mulut.

Berdasarkan hasil visum, Bismo mengatakan, kuat bukti bahwa mereka telah dipekerjakan dalam bisnis ilegal pelacuran karena alat vital N dan J sobek. Para tersangka yang memperdagangkan anak jalanan Blok M tersebut dijerat Undang-undang Perlindungan Anak dan Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT