Pesan Prabowo untuk Sudirman Said di Kampanye Terakhir Pilkada
TEMPO.CO | 24/06/2018 12:18
Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat jadi juru kampanye pasangan calon gubernur Sudrajat-Syaikhu di Monumen Perjuangan Rakyat di Bandung, 12 Mei 2018. Prabowo mengajak kader dan simpatisan untuk memenangkan
Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat jadi juru kampanye pasangan calon gubernur Sudrajat-Syaikhu di Monumen Perjuangan Rakyat di Bandung, 12 Mei 2018. Prabowo mengajak kader dan simpatisan untuk memenangkan wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Semarang - Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto membeberkan data kemiskinan di Indonesia dalam hari terakhir kampanye Pilkada serentak. Prabowo meminta pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah yang diusung Gerindra di Pilgub Jawa Tengah, untuk mengentaskan kemiskinan dengan revolusi putih.

"Pak Dirman dan bu Ida, kalau menang, laksanakan revolusi putih. Anak-anak sekolah minum susu. Perhatikan juga nasib para pendidik. Gaji guru masih rendah. Padahal, mereka ini masa depannya diawali dari tangan guru. Saya sukses juga karena guru. Tapi gaji mereka kurang sehingga usai mengajar mereka menjadi tukang ojek. Ini memprihatinkan," ucap Prabowo di PRPP Semarang, Sabtu 23 Juni 2018.

Baca: Prabowo Sindir Pemimpin Suka Akting dan Pencitraan

Dalam pidatonya, Prabowo mengarahkan agar Sudirman-Ida memperhatikan gizi anak Jateng agar kelak bisa menjadi penerus yang cerdas. Ia membuka data dari Bank Dunia bahwa 4 dari 10 anak di Indonesia mengalami gizi buruk, sehingga mengalami stunting. Tinggi badan yang kurang serta fisik yang lemah tersebut membuat dia prihatin.

Menurut Prabowo, dampak kekurangan gizi juga menyebabkan kemiskinan, sehingga tidak mampu menempuh pendidikan yang layak. Ia bahkan menemukan fakta di Kebumen, Jateng, pada 2017, ada 18 orang bunuh diri karena putus asa tidak bisa memberi makan keluarga.

Penghasilan pekerja yang baik, kata Prabowo, akan menghantarkan mereka menemukan jalan yang baik menjauh dari kemiskinan. Ia mengemukakan masih banyak masyarakat Indonesia yang hidupnya di bawah garis kemiskinan, termasuk di Jawa Tengah.

Prabowo juga mengkritik bahwa banyak pemimpin yang lahir namun hanya melakukan pencitraan. Ia selalu menggagas koruptor semestinya ditangkap, dan hartanya dikembalikan kepada rakyat.

Baca: Buka Penggalangan Dana, Gerindra Bantah Prabowo Kehabisan Uang

"Saya yakin, Sudirman-Ida adalah pasangan yang sangat takut dengan korupsi. Mereka juga takut dengan Tuhan. Saya percaya itu, maka dibutuhkan pemimpin yang bersih dari korupsi," kata Prabowo.

Baik Sudirman atau pun Ida mengatakan, perjuangan mengentaskan kemiskinan di Jateng adalah sebagian dari menata Indonesia Raya. Mereka terus mengemukakan komitmen mengentaskan angka kemiskinan di Jateng dari 12 persen menjadi 6 persen selama 5 tahun menjabat.

"Getaran perubahan masyarakat Jateng sungguh luar biasa. Membangun Jateng sama dengan membangun Indonesia karena penduduk Jateng 34 juta jiwa. Kalau kami bisa selesaikan persoalan kemiskinan di Jateng, itu artinya kami sedang menyelesaikan persoalan kemiskinan di Inodnesia," ujar Ida Fauziyah.

REKOMENDASI BERITA