Presiden PKS Ngadu Bako dengan TGB Zainul Majdi Soal Ayat Politik di Pilpres 2019
TEMPO.CO | 09/07/2018 04:40
Presiden PKS Ngadu Bako dengan TGB Zainul Majdi Soal Ayat Politik di Pilpres 2019
Tuan Guru Bajang atau TGB Zainul Majdi seusai menghadiri acara di Masjid Istiqlal, Ahad 8 Juli 2018|Tempo| Taufiq Siddiq

TEMPO.CO, Yogyakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menghormati pilihan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang atau TGB Zainul Majdi yang mendukung Presiden Jokowi dua periode. Menurut Sohibul Iman, keputusan itu merupakan keputusan politik TGB Zainul Majdi.

"Kita menghormati, semua orang punya pilihan politik," kata Sohibul seusai acara halalbihalal keluarga besar PKS Daerah Istimewa Yogyakarta, di Jogja Expo Center, Minggu, 8 Juli 2018.

Menurut dia, TGB Zainul Majdi memiliki pertimbangan, alasan, dan perhitungan tersendiri sebelum menentukan sikap politiknya yang mendukung Jokowi dua periode itu. Tentunya ia punya kalkulasi yang matang atas keputusan politik tersebut.

Sohibul juga menanggapi soal komentar TGB Zainul Majdi yang menyebut supaya berhenti menggunakan ayat Al-Quran untuk kancah politik. Menurut Sohibul, hal itu sangat bagus. Seharusnya, Sohibul melanjutkan, sebelum TGB Zainul Majdi mendukung Jokowi juga seperti itu sikap politiknya.

"Saya kira itu hal yang baik. Cuma sikap politik Pak TGB Zainul Majdi seperti ini sangat bagus, kalau kemarin-kemarin sebelum bicara mendukung Jokowi juga harusnya bicara begitu, ketika bicara di koalisi umat," kata dia.

Sohibul Iman menegaskan, dalam berpolitik adalah kontestasi kebaikan. Karena semuanya ingin memberi kebaikan ke negeri ini. “Kontestasi kebaikan, fastabiqul khairat,” kata Sohibul.

Baca juga: TGB Dukung Jokowi, Idrus Marham: Dia Rasional dan Realistis

Sebelumnya, TGB Zainul Majdi menegaskan dukungannya untuk Jokowi dua periode. "Saya mendoakan beliau, saya mendukung beliau untuk dua periode," ujar TGB saat ditemui seusai pengajian di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad, 8 Juli 2018.

TGB Zainul Majdi mengatakan Jokowi pantas dan layak untuk melanjutkan dua periode kepemimpinannya. TGB Zainul Majdi menyebut hal itu untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung.


BERITA TERKAIT