PDIP Sebut Yusuf Supendi Riset Soal Bung Karno Sebelum Bergabung
TEMPO.CO | 19/07/2018 04:36
PDIP Sebut Yusuf Supendi Riset Soal Bung Karno Sebelum Bergabung
Mantan pendiri Partai Keadilan Sejahter (PKS) Yusuf Supendi. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Yusuf Supendi telah melakukan penelitian lama sebelum memutuskan bergabung dengan partainya. Menurut Hasto, eks pendiri Partai Keadilan (kini Partai Keadilan Sejahtera) itu bahkan sudah berkonsultasi dengan ibundanya ihwal pindah ke PDIP.

"Dari hasil konsultasi tersebut beliau menyatakan untuk bergabung dengan PDI Perjuangan, tentu saja kami membuka pintu," kata Hasto di kantor Dewan Pengurus Pusat PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Juli 2018.

Yusuf Supendi sebelumnya merupakan Partai Keadilan Sejahtera. Dia dipecat PKS pada 2010 terkait dugaan kasus moral. Pada 2013, dia bergabung dengan Partai Hanura. Yusuf kemudian mengikuti pemilihan legislatif 2014 daerah pemilihan V Jawa Barat yang meliputi Kabupaten Bogor.

Namun, Yusuf gagal melenggang ke kursi Dewan Perwakilan Rakyat. Dia kemudian memutuskan bergabung dengan PDIP. Tahun ini, Yusuf kembali akan mengikuti pemilu legislatif di Daerah Pemilihan V Jawa Barat.

Hasto berujar dia telah bertemu secara langsung dengan Yusuf. Dalam pertemuan itu, kata Hasto, dia dan Yusuf berdialog ihwal pemikiran Bung Karno dan Islam.

"Beliau juga baru mengetahui bagaimana perjuangan Bung Karno dan Islam," kata Hasto.

Baca: Pendiri PKS Yusuf Supendi, Gabung Hanura, Lalu Jadi ...

Hasto melanjutkan, dari perjumpaan itu dia dan Yusuf berpendapat bahwa PDIP memerlukan jembatan untuk mengkomunikasikan pemikiran Bung Karno. "Bung Karno dan Islam ini yang kami nilai sebagai hal yang strategis," kata Hasto.

Selain Yusuf Supendi, sederet tokoh Islam lainnya juga menjadi caleg dari partai berlambang pohon beringin ini. Hasto menuturkan, beberapa nama di antaranya yakni Sekretaris Dewan Masjid Imam Addaruqutni, Ketua Dewan Syariah Yayasan Al Huffazh Payakumbuh, Sumatera Barat, Zulkifli Muhammad Ali, tokoh Pondok Pesantren Salafiyah Riyadussalikin, Ciamis, Jawa Barat, Lutfi Hasan Fauzi, dan lainnya.


BUDIARTI UTAMI PUTRI | DEWI NURITA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT