Polisi Tangkap 4 Anggota Geng Motor Jepang yang Buron
TEMPO.CO | 27/12/2017 13:43
Polisi Tangkap 4 Anggota Geng Motor Jepang yang Buron
Kapolresta Depok, AKBP Didik Sugiarto saat memperlihatkan senjata tajam digunakan oleh geng motor Jepang saat melakukan penjarahan di toko pakian Fernando, Mapolresta Depok,Selasa, 26 Desember 2017. TEMPO/Irsyan

TEMPO.CO, Depok - Polisi sudah menangkap empat anggota geng motor Jepang yang sebelumnya dinyatakan buron. Keempatnya diduga terlibat dalam penjarahan toko pakaian Fernando di Jalan Sentosa Raya Kecamatan Sukmajaya Kota Depok, Ahad lalu.
 
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryana mengatakan bahwa empat anggota geng itu dibekuk oleh Tim Jaguar kemarin. “Kami langsung tetapkan mereka sebagai tersangka,” katanya, Rabu, 27 Desember 2017. “Inisial WL, AL, HB dan N.”

Menurut Putu, dengan penangkapan ini berarti sudah 12 tersangka di tahan di Polres Depok.

Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto sebelumnya mengatakan, dari delapan tersangka yang sebelumnya ditangkap, lima di antaranya adalah remaja di bawah umur. Penyidik akan memperlakukan mereka secara khusus, seperti diatur dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. “Yang dewasa diperlakukan sesuai dengan KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana),” ucapnya.
 
Penjarahan di toko Fernando terjadi Ahad dinihari lalu. Geng motor itu datang dari Jalan Juanda. Mereka berhenti di depan toko dan masuk mengambil barang dagangan. Penjaga toko tak berani melawan karena anggota geng motor ada yang membawa senjata tajam. Kejahatan ini terekam kamera pengawas atau CCTV yang dipasang di toko.
 
Sehari seusai penjarahan itu, polisi membekuk 26 anggota geng motor Jepang. Tiga di antaranya perempuan. Nama geng ini mengacu kepada kelompok remaja yang sering berkumpul di Jembatan Mampang, Depok.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT