Krisis Listrik di Bekasi, PLN Minta Industri Gunakan Genset
TEMPO.CO | 06/09/2018 13:51
Ilustrasi Listrik dan PLN. Getty Images
Ilustrasi Listrik dan PLN. Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Kawasan industri di Bekasi mengalami krisis listrik akibat adanya gangguan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton di Situbondo, Jawa Timur. Untuk itu PT PLN Area Bekasi mengimbau agar kalangan industri untuk sementara beralih ke generator set (genset).  "Agar kebutuhan suplai listrik bagi rumah tangga bisa berjalan stabil," kata Manajer Area PLN Bekasi Renny Wahyustiaswan, Kamis, 6 September 2018.

Baca: Ribuan Rumah di Bekasi Masih Menumpang Listrik kepada Tetangga

Menurut Renny, gangguan suplai listrik pada transmisi Jawa-Madura-Bali terjadi sejak kemarin pukul 12.00 WIB. Imbasnya, PLN terpaksa mengurangi suplai daya di area pelayanan Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Pengurangan daya listrik itu mencapai sebesar 96 MW dari total beban puncak 1.300 MW atau kurang dari 10 persen.

Renny menjelaskan, gangguan pada transmisi Jawa-Madura-Bali akibat padamnya 12 unit pembangkit yang delapan di antaranya berlokasi di Jawa dan sisanya di Bali. "Saat ini, tinggal empat unit pembangkit yang sedang tahap pemulihan di Paiton. Sisanya, sudah pulih sejak Rabu kemarin pukul 23.00 WIB," katanya.

Menurut Renny, setelah ada gangguan itu, pelaku industri di Bekasi langsung beralih ke generator set. "Salah satunya adalah PT Gunung Garuda di Rayon Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi yang kini mengurangi pasokan daya 100 MW dari kebutuhan 215 MW untuk produksi baja," katanya.

Upaya menstabilkan suplai listrik 1,65 juta pelanggan di wilayah Bekasi juga dilakukan dengan cara melakukan pemadaman bergilir dengan interval dua jam sekali. "Tidak hanya pelanggan rumah tangga, pelanggan industri juga dikenakan pemadaman secara bergilir maksimal setiap dua jam sekali agar tidak terlalu mengganggu proses produksi mereka," katanya.

Dikatakan Renny terdapat delapan kawasan industri yang kini terkena dampak kebijakan tersebut yakni Deltamas, Hyundai, MM2100, Jababeka, Marunda Center, Kawadan Industri Terpadu Indonesia-China, Delta Silicon, dan Bekasi Fajar.

Renny optimistis pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN ini tidak berdampak serius pada proses produksi karena mayoritas industri telah dilengkapi dengan fasilitas genset berkapasitas mulai dari 200 kVA sampai dengan 2 MVA per unit.

Baca: DKI dan BPPT Mulai Olah Sampah Bantargebang Menjadi Listrik

PLN saat ini tengah berupaya memenuhi kebutuhan listrik bagi pelanggan rumah tangga di wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi yang total mencapai 1,45 juta rumah. PLN juga sudah mengerahkan personel di 10 rayon wilayah Bekasi untuk meminta pelaku industri untuk turut berperan menjaga stabilitas pasoakan listrik rumah tangga dengan beralih ke genset. Ia memastikan krisis listrik akan berakhir Jumat ini setelah gangguan teratasi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT