Dorong Isu West Papua di Forum Pasifik, Polisi Tangkap Demonstran ULMWP
JUBI.CO.ID | 15/08/2019 11:24
Dorong Isu West Papua di Forum Pasifik, Polisi Tangkap Demonstran ULMWP
Para demonstran yang mengikuti unjukrasa ULMWP mendukung pertemuan Forum Kepulauan Pasifik atau PIF ditangkap polisi. – Ist

Jayapura, Jubi – Kepala Kantor Koordinasi United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP, Markus Haluk menyatakan Kepolisian Resor Jayapura Kota menangkap sejumlah demonstran dan yang mengikuti unjukrasa Komite Aksi ULMWP di Dok 5, Kota Jayapura, Papua, Kamis (15/8/2019). Polisi juga menangkap sejumlah aktivis ULMWP di Expo, Kota Jayapura dan di Sentani, Kabupaten Jayapura.

Haluk menyatakan sejumlah demonstran ULMWP yang ditangkap itu telah diangkut truk polisi. “Sejumlah peserta unjukrasa Komite Aksi ULMWP ditangkap dan dibawa ke Kantor Kepolisian Resor Jayapura Kota,” kata Haluk kepada Jubi, Kamis.

BACA: Kunjungi Puskesmas Elelim di Yalimo, anggota MRP kecewa

Salah satu demonstran yang ditangkap, Kalvin Wenda mengirimkan rekaman suara dan menyatakan dirinya sudah berada di Markas Kepolisian Resor (Polres) Jayapura Kota. Wenda menyatakan di antara 24 orang yang ditangkap terdapat balita. “Kami 24 orang, berada di Polresta,” kata Wenda dalam rekaman suara itu.

Ice Murib, juru bicara Komite Aksi ULMWP mengatakan sejumlah aktivis ULMWP lainnya juga ditangkap di Expo. Mereka dihadang dan ditahan di Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Abepura, kota Jayapura.

“Sejumlah 18 orang demonstran ULMWP di wilayah Expo memulai [aksi] dari Asrama Pegunungan Bintang, dan ditangkap. Mereka dibawa ke Markas Polsek Abepura,”ungkapnya. Polisi juga menangkap delapan orang aktivis ULMWP di Abepura.

BACA: KPU Jayawijaya tetapkan 30 calon anggota DPRD terpilih

Penangkapan serupa juga terjadi di titik kumpul peserta aksi yang berada di Pos 7, Sentani, Kabupaten Jayapura. Para peserta aksi itu dibawa ke Markas Polres Jayapura.

Sebelum ditangkap, para demonstran berorasi secara bergiliran, mendukung pembahasan isu West Papua dalam Forum Kepulauan Pasifik atau PIF yang berlangsung di Tuvalu, dari 13 sampai 16 Agustus 2019 ini. Para aktivis ULMWP itu berharap PIF akan menerbitkan resolusi mendesak kunjungan Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-bangsa ke Papua.

BACA: Anggota DPR Papua terpilih jangan hanya terima hak

“Berikan kami resolusi. Kami mendukung pertemuan PIF,”ungkap seorang demonstran di Sentani, Kabupaten Jayapura sebelum ditangkap.

Hingga berita ini diturunkan, para aktivis ULMWP itu belum dibebaskan. Kepala Polres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas belum menanggapi konfirmasi yang dilakukan jurnalis Jubi melalui pesan Whatsapp. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT