Jokowi Siap Bertemu Tokoh Papua Merdeka, Benny Wenda Ajukan 2 Syarat
JUBI.CO.ID | 01/10/2019 10:00
Jokowi Siap Bertemu Tokoh Papua Merdeka, Benny Wenda Ajukan 2 Syarat

Ketua ULMWP Benny Wenda menyatakan siap bertemu dan berdialog dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Benny Wenda mengatakan pertemuan dengan pemimpin Indonesia, apapun nama pertemuan itu disebutkan nantinya, bukan hal tabu bagi ULMWP.

“Tapi kami hanya akan bertemu jika seluruh pasukan (TNI dan Polri) ditarik dari Tanah Papua. Karena tidak mungkin bertemu jika masih ada ancaman pada nasib rakyat Papua,” kata Benny Wenda.

Wenda juga menyebutkan referendum sebagai salah satu syarat lainnya untuk mewujudkan pertemuan tersebut.

BACA: Pengungsi bertahan di Jayawijaya 7.278 orang

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Ferdinando Solossa meminta Presiden Jokowi membuka ruang dialog dengan tokoh ULMWP dan KNPB.

“Kami minta pemerintah membuka dialog antara pemerintah pusat dan tokoh Papua khususnya yang dipandang memiliki ideologi yang konfrontatif atau berseberangan seperti ULMWP dan KNPB,” kata Ferdinando dalam forum bersama Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko di, Jakarta, Selasa 24/9/2019).

Ferdinando menyarankan dialog antara pemerintah pusat dengan tokoh Papua itu melibatkan pihak ketiga yang independen, netral, dan objektif dalam menyelesaikan akar persoalan Papua.

Usulan ini menurut Ferdinando merupakan aspirasi rakyat di Tanah Papua.

Puluhan anggota DPRD Kabupaten/Kota se-Papua dan Papua Barat mengusulkan agar pemerintah bertemu dan berdialog dengan tokoh-tokoh Papua yang memiliki ideologi berseberanga. Seperti Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat.

Posisi ULMWP untuk bertemu pemerintah Indonesia bukan tanpa dasar. Dasar yang dipegang rakyat Papua adalah ULMWP yang saat itu diwakili oleh lima orang dipilih resmi dalam Konferensi Perdamaian Papua pada 5-7 Juli 2011 di Auditorium, Jayapura. Konferensi ini dibuka dan sekaligus menjadi KeyNote Speaker adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM pada masa pemerintahan Hj. Bambang Susilo Yudoyono.

Kelima orang pimpinan ULMWP saat itu adalah Octovianus Mote sebagai Sekretaris Jenderal, Benny Wenda sebagai juru bicara, Leoni Tanggahma (anggota), Rex Rumakiek (anggota) dan Jakob Rumbiak (anggota) dipilih oleh peserta Konferensi Perdamaian Papua yang terdiri dari 1.350 orang yang merupakan utusan perwakilan seluruh rakyat Papua.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan siap bertemu dengan tokoh-tokoh pendukung Papua Merdeka. Usulan pertemuan itu datang dari DPRD Kabupaten/Kota se-Papua dan Papua Barat saat menemui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

"Ya tidak ada masalah. Bertemu saja. Dengan siapapun akan saya temui kalau memang ingin bertemu," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 30 September 2019 seperti dikutip dari Tempo.co.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebelumnya telah menanggapi usulan itu. Moeldoko meminta para tokoh separatis ini bertemu dengan ia terlebih dahulu sebelum dengan Jokowi.

BACA: Antara rasisme, "NKRI harga mati" dan "Papua merdeka marga mati": Dialog "harga hidup"

Ia pun menyatakan siap bertemu dengan Ketua Eksekutif ULMWP Benny Wenda. "Sama Benny Wenda saya juga siap bertemu. Kita bicara, kita sama-sama mencari solusi, kita juga tidak menginginkan sedikit pun ada korban," ucap Moeldoko.

Benny Wenda merupakan salah satu tokoh Papua yang menyuarakan kemerdekaan. Ia kini tinggal di Oxford, Inggris. Benny kerap dituduh aparat keamanan sebagai dalang kerusuhan di berbagai wilayah Papua beberapa waktu belakangan ini.

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT