Harga Daging Ayam di Kota Jayapura Tak Menentu, Tertinggi Sampai Rp 300 Ribu per Ekor
JUBI.CO.ID | 15/10/2019 16:35
Harga Daging Ayam di Kota Jayapura Tak Menentu, Tertinggi Sampai Rp 300 Ribu per Ekor

Jayapura, Jubi – Harga daging ayam lokal di sejumlah pasar Kota Jayapura, Papua naik-turun tak menentu. Perbedaan harga jual daging ayam segar di berbagai pasar bisa mencapai puluhan ribu rupiah.

Penjual daging ayam segar di Koya Barat, Salim, menuturkan harga jual daging ayam segar jualannya pada Senin (14/10/2019) berkisar Rp 75 ribu – Rp 80 ribu per ekor. “Itu bergantung besar-kecilnya ayam yang ada,” ujar Salim pada Senin.

BACA: UU Penyandang Disabilitas Perlu Disosialisasikan

Pekan lalu, kisaran harga jual daging ayam segar Salim antara Rp 70 ribu – Rp 80 ribu. Salim menyebutkan, pergeseran harga daging ayam segar itu lebih dipengaruhi ukuran ayam dari peternakan dan distributor. “Saya ikut saja [pergerakan harga kulakan] dari bos agen. Setiap malamnya, saya harus menghubungi [mereka] untuk memastikan berapa ekor ayam yang akan diambil untuk dijajakannya,” katanya.

Salim mengaku tak berani mengambil banyak keuntungan dari penjualan ayam lokal, karena konsumen di Koya, Kota Jayapura, sensitif harga. Setiap kenaikan harga daging ayam secara langsung berimbas terhadap volume penjualan Salim. “Bisa untuk beli ayam besok, sudah cukup,” katanya.

Harga yang lebih mahal harus dibayar pembeli daging ayam segar di Pasar Youtefa. Salah satu pedagang ayam di sana, Haris, mengaku menjual daging ayam ras segarnya dengan harga Rp120 ribu – Rp150 ribu per ekor. Sedangkan harga daging ayam bukan ras segar mencapai kisaran Rp 200 ribu – Rp 300 ribu per ekor.

“Harga sudah termasuk dengan pakan ayam saat mereka belum terjual. Saat ini jumlah pembeli jauh berkurang dibandingkan saat perayaan hari besar keagamaan,” katanya.

Haris menuturkan Pasar Youtefa semakin sepi pembeli sejak gelombang unjukrasa terus mendera Kota Jayapura dan berbagai kota di Papua. Kini, setiap harinya Haris hanya bisa menjual 2-3 ekor ayam.”Isu demo itu membuat para pembeli tidak ke pasar,” katanya.

Penjual ayam potong beku, Malik menuturkan harga dan volume penjualannya relatif stabil. Setiap harinya, ia menjual ayam potong beku dengan harga Rp30 ribu – Rp50 ribu per ekor, bergantung dengan ukurannya. “Ini harga nya berbeda tiap  ayamnya, ada 35 ribu, 38 ribu dan 40-an,” katanya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT