Ke Gereja Bawa Bendera Bintang Kejora, Empat Mahasiswa Papua Ditangkap Polisi
JUBI.CO.ID | 02/12/2019 09:10
Ke Gereja Bawa Bendera Bintang Kejora, Empat Mahasiswa Papua Ditangkap Polisi
Sejumlah warga melakukan pengibaran Bendera Bintang Kejora ketika merayakan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) di lapangan Timika Indah, kabupaten Mimika, Papua, beberapa waktu silam. ANTARA/Husyen Abdillah/Koz/Spt/11.

Jayapura, Jubi – Empat orang yang masih berstatus mahasiswa dibawa ke Kepolisian Sektor (Polsek) Abepura dari Gereja Gembala Baik, Abepura pada Minggu, 1 Desember 2019, pada pukul 10:30 WP. Keempatnya sedang ikut beribadah di gereja tersebut saat dibawa oleh orang berpakaian preman yang diduga sebagai polisi, dari dalam gereja.

Empat orang berinisial MY, DT, PZH, ED ini datang ke gereja berbusana adat dengan riasan bermotif Bendera Bintang Kejora pada tubuh mereka.

BACA: Kadinkes Biak Numfor harap masyarakat peduli pencegahan HIV/AIDS

“Mereka membawa bendera Bintang Kejora,” ujar Mario, warga Abepura yang turut beribadah di gereja tersebut.

Lanjutnya, salah satu yang membawa bendera Bintang Kejora duduk di barisan kursi paling belakang. Seseorang berpakain preman sebelum membawanya keluar gereja, terlebih dulu mengambil bendera Bintang Kejora yang dibawa oleh mahasiswa tersebut.

Edo Gobay, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua mengatakan ia belum mengetahui apa alasan keempat mahasiswa tersebut dibawa ke Polsek Abepura. Namun dirinya membenarkan bahwa empat mahasiswa tersebut sedang diperiksa di Polsek Abepura.

Baca Hingga pukul tujuh malam, empat mahasiswa masih jalani pemeriksaan

“Saya di Polsek Abepura. Tapi belum bisa bertemu mereka berempat,” kata Gobay.

Polsek Abepura juga belum bisa dimintai pernyataan terkait pemeriksaan empat mahasiswa itu karena masih melakukan pemeriksaan.

“Tadi waktu saya tanya, mereka (polisi) bilang keempatnya akan diinterogasi dulu. Jadi tunggu di depan saja,” lanjut Gobay.

Sebelumnya, polisi menangkap beberapa orang-orang Papua yang membawa Bendera Bintang Kejora, yang dianggao sebagai simbol pergerakan Papua Merdeka. Pada 27 November 2019, Kepolisian Resor Manokwari, Barat, menangkap delapan warga sipil.

BACA: Lebih dari 200 orang mengungsi akibat air laut pasang di atol Majuro

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manokwari Ajun Komisaris Musa Jedi Permana mengatakan, mereka mengaku diajak seseorang yang diduga aktor utama melalui selebaran yang dibagikan.

“Inisial aktornya AN. Kami sedang mencarinya,” kata Musa pada Rabu, 27 November 2019.

Tanggal 1 Desember diperingati oleh rakyat Papua sebagai hari kelahiran deklarasi manifesto politik West Papua 1 Desember 1961. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT