2019 Tinggal 14 Hari, APBD Papua Sebesar Rp 13, 9 Triliun Baru Terserap 66 Persen
JUBI.CO.ID | 17/12/2019 16:40
2019 Tinggal 14 Hari, APBD Papua Sebesar Rp 13, 9 Triliun Baru Terserap 66 Persen

Jayapura, Jubi – Hingga pertengahan Desember 2019, Pemerintah Provinsi Papua baru mampu menyerap 66 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah-Perubahan atau APBD-P Provinsi Papua 2019 yang nilai totalnya mencapai Rp 13,9 triliun. Rendahnya daya serap anggaran Pemerintah Provinsi Papua itu disebabkan kelambanan pemerintah pusat dalam mengucurkan Dana Otonomi Khusus Papua tahap ketiga.

Hingga kini, pemerintah pusat belum juga mengucurkan Dana Otonomi Khusus (Dana Otsus) Papua tahap ketiga. Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Hery Dosinaen menyatakan jika Dana Otsus Papua tahap ketiga telah dikucurkan, tingkat penyerapan anggaran Pemerintah Provinsi Papua akan meningkat signifikan. “Kalau hal itu sudah turun, [penyerapan anggaran] bisa mencapai 89 persen,” kata Dosinaen di Jayapura, Selasa (17/12/2019).

Ia menyatakan optimis pada akhirnya penyerapan APBD-P Papua 2019 akan mencapai kisaran 90 persen. Hal itu akan tercapai jika semua urusan pembiayaan yang bersumber dari Dana Otsus telah terselesaikan. “Kalau untuk mencapai angka 100 persen di akhir tahun itu tidak mungkin, karena dari tahun ke tahun seperti itu. Akan tetapi, minimal ada progres yang signifikan,” ujar Dosinaen.

Ia meminta sejumlah dinas, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kesehatan, dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya segera menyelesaikan proyek dan program mereka, khususnya yang melibatkan pihak ketiga. “Tadi dalam rapat saya sudah minta setiap OPD untuk segera merampungkan ini sebelum tutup buku,” kata Dosinaen.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Papua Israil Ilolu, mengatakan penyerapan anggaran di OPD yang dipimpinya hingga kini baru mencapai 40 persen. Akan tetapi Israil meyakini tingkat penyerapan anggaran akan bertambah signifikan, karena ada sejumlah tagihan pihak ketiga yang belum dibayar.

“Ada beberapa surat perintah membayar yang [belum dibayarkan] Ini yang menyebabkan penyerapan anggaran kami masih terlihat rendah. Saya bisa pastikan Jumat (20/12/2019), penyerapan anggaran kami kami akan mencapai 100 persen,” kata Israil.(*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT