Cegah Sebaran Virus Corona, Fasilitas Rehabilitasi Orangutan di Kalimantan Ditutup
JUBI.CO.ID | 18/03/2020 17:01
Cegah Sebaran Virus Corona, Fasilitas Rehabilitasi Orangutan di Kalimantan Ditutup

Balikpapan, Jubi– Yayasan Penyelamatan Orangutan Kalimantan Borneo Orangutan Survival Foundation menutup sementara sejumlah fasilitas rehabilitasi orangutan di Kalimantan guna mencegah penularan virus corona tipe baru penyebab Covid-19.

“Untuk mencegah penularan bukan hanya antar manusia, tapi juga dari manusia ke orangutan,” kata Chief Executive Officer (CEO) BOSF, Jamartin Sihite, Selasa, (17/3/2020) kemarin.

Baca juga : Ratusan orangutan di pusat rehabilitasi terancam kabut asap

Anak orangutan ditemukan mati di bukit Lawang

Jamartin menyebutkan BOSF tidak menerima pengunjung di Samboja Lestari yang menjadi situs rehabilitasi yang saat ini menampung 121 orangutan berbagai usia, berjarak 50 kilometer utara Balikpapan. Selain itu juga menutup Hutan Kehje Sewen tempat pelepasliaran orangutan dalam sembilan tahun terakhir, berada 600 kilometer utara barat di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

“Begitu pula di Nyaru Menteng yang berlokasi dekat Kota Palangkaraya dan Hutan Lindung Bukit Batikap yang merupakan hutan pelepasliaran di Taman Nasional Bukit Baka, Kabupaten Barito Utara,” kata Jamartin menambahkan.

Menurut Jamartin penutupan juga berlaku di Pusat Informasi di Nyaru Menteng, juga Samboja Lodge di Samboja. “Bahkan kantor pusat kami di Bogor juga tutup. Karyawan di kantor Bogor bekerja dari rumah saja,” kata Jamartin menjelaskan.

Selian itu banyak perjalanan karyawan, seperti yang biasa dilakukan Sihite dari Bogor ke Samboja atau ke Palangkaraya ditunda atau dibatalkan. Sedangkan karyawan yang pekerjaannya bertemu dan berinteraksi dengan orangutan, harus menjalani cek suhu tubuh dua kali sehari, mencuci tangan sesering mungkin, selalu menggunakan masker muka, dan mengenakan sarung tangan.

“Semua barang sekali pakai akan dibakar setelah hari kerja usai,” katanya.

Sejak dua pekan terakhir, seluruh karyawan juga mendapatkan asupan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Ia juga menjelaskan, penutupan ini berlangsung setidaknya selama sebulan, dan setelah itu akan dievaluasi lagi. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT