Pesawat MAF Jatuh di Danau Sentani, Joyce Lin Gugur Bawa Alat Rapid Test Pandemi Covid-19 ke Tolikara
JUBI.CO.ID | 13/05/2020 15:01
Pesawat MAF Jatuh di Danau Sentani, Joyce Lin Gugur Bawa Alat Rapid Test Pandemi Covid-19 ke Tolikara

Jayapura, Jubi – Rasa duka cita yang mendalam disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Papua, dr Silwanus Sumule SpOG atas meninggalnya pilot Joyce Lin dalam kecelakaan pesawat terbang maskapai Mission Aviation Fellowship di Danau Sentani, Selasa (12/5/2020). Pesawat yang diterbangkan Joyce itu mengalami kecelakaan saat mengangkut sejumlah peralatan untuk penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Tolikara.

Menurut Sumule beberapa klinik kesehatan milik gereja di Distrik Mamit, Kabupaten Tolikara, meminta pasokan peralatan untuk penanganan dan pencegahan pandemi Covid-19. Peralatan itu diangkut dengan pesawat yang diterbangkan Joyce pada Selasa pagi.

"Di dalam pesawat tersebut membawa sejumlah material yang akan digunakan di Distrik Mamit. Kami mengirimkan alat Rapid test, VTM dan alat pelindung diri (APD). Namun Tuhan berkehendak lain, pesawat mengalami accident,” kata Sumule pada Selasa.

Mewakili Tim Satuan Tugas (Satgas) Papua, Sumule menyampaikan duka cita dan turut berdoa bagi pilot Joyce Lin. “Tuhan telah berbuat yang terbaik untuk kerja keras yang dilakukan. Tidak hanya untuk Satgas Covid-19, tetapi juga untuk Pemerintah Provinsi Papua dan rakyat Papua,”kata Sumule.

Joyce Lin ditemukan tewas di Danau Sentani, setelah pesawat yang diterbangkannya jatuh pada Selasa pagi. Ia adalah pilot berkebangsaan Amerika Serikat yang bekerja untuk Mission Aviation Fellowship (MAF), maskapai penerbangan misionaris/gereja di Papua. “Tim SAR sudah menemukan jenazah pilot pesawat MAF dengan kode penerbangan PK-MEC setelah menyelam di Danau Sentani,” jelas Perwakilan KNKT Papua Norbert Tunyanan, Selasa (12/5/2020) pagi.

Website maf.org menyebutkan Joyce Lin adalah seorang pilot dan spesialis IT yang dibesarkan di Colorado dan Maryland. Sejak usia muda ia melakukan pelayanan gereja injili lokal non-denominasi. Sebagai pilot, Joyce terbang untuk membantu mengubah kehidupan orang-orang yang terisolasi dengan menyediakan penerbangan evakuasi medis untuk menyelamatkan jiwa manusia.

 

Joyce melayani pengangkutan pasokan untuk pengembangan masyarakat, dan mengangkut misionaris, guru, dan pekerja bantuan kemanusiaan ke lokasi yang tidak dapat diakses. Sebagai seorang spesialis IT, Joyce mengatur dan memelihara jaringan komputer untuk memungkinkan para misionaris dan pekerja kemanusiaan untuk menghubungi pendukung mereka dan mengakses sumber daya di Internet.(*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT