Pengacara 7 Tahanan Politik Papua Dipukul Kepalanya Saat Cari Makan, Laporkan ke Polisi
JUBI.CO.ID | 11/06/2020 14:41
Pengacara 7 Tahanan Politik Papua Dipukul Kepalanya Saat Cari Makan, Laporkan ke Polisi

Jayapura, Jubi – Advokat Yuliana Susanan Yabransabra melaporkan kasus pemukulan yang dialaminya ke penyidik Kepolisian Daerah Papua, Kota Jayapura, Rabu (10/6/2020). Sejumlah advokat di Kota Jayapura turut mendampingi Yabransabra mengadukan kasus itu.

Yuliana Susanan Yabransabra adalah advokat dan salah satu penasehat hukum tujuh tahanan politik Papua yang sedang diadili di Pengadilan Negeri Balikapapan. Pada Jumat (5/6/2020) pekan lalu, Yabransabra sempat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi daring Amnesti Internasional Indonesia bertajuk #PapuaLivesMatter.

Pada Senin (8/6/2020) lalu, Yabransabra dipukul orang tak dikenal saat bersepeda motor untuk mencari makan. Pada Rabu, Yabransabra mengadukan kasus pemukulan yang terjadi di Jalan Raya Abepura, Kota Jayapura itu kepada penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Papua.

 

Koordinator tim advokasi kasus Yabransabra itu, Yuliyanto mengatakan para advokat turut mendampingi pelaporan itu sebagai bentuk solidaritas mereka. “Kami membuat tim advokasi yang terdiri dari beberapa advokat, [berawal dari] 10 advokat, dan terus bertambah. Kami sangat prihati dengan apa yang menimpa saudara kami, Yabransabra,” kata Yuliyanto saat dikonfirmasi melalui layanan pesan Whatsapp.

Yuliyanto mengatakan profesi advokat memang memiliki risiko tinggi, namun para advokat tidak akan takut dengan segala teror yang terjadi. Ia menyatakan ada pihak tertentu yang meneror warga, terutama advokat yang menangani kasus makar.

“Kami akan melawan, [salah satunya] dengan laporan itu, Saya harap bisa diawasi oleh aparat keamanan, karena seluruh warga negara harus merasa aman di republik ini,” katanya.

 

Baca juga: Tak hanya upaya jambret, Aktivis hukum dan HAM Papua pernah dipukul

Yuliana Susanan Yabransabra menjelaskan penyerangan yang dialaminya terjadi di Jalan Raya Abepura pada Senin sore, saat ia sedang bersepeda motor untuk mencari makan. Saat itu, ia bersama dua orang temannya keluar untuk mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM).

“Saya mengendari motor sendirian. Sementara kedua teman saya, staf Lembaga Studi dan Advokasi Hak Asasi Manusia Papua, berboncengan. Kami beriringan dalam jarak sekitar 5 meter,” katanya.

Tiba-tiba, ada sepeda motor jenis Megapro yang mendekati Yabransabra, dan langsung memukul kepalanya. “Motor jenis Megapro [itu] datang, langsung memukul saya dari samping. Karena saya pakai helm, serta tahan stir, saya tidak sempat memperhatikan mereka. Untung saya tidak terjatuh,” ujar Yabransabra. Ia dan kedua temannya sempat mengejar pelaku, namun para pelaku itu lolos.(*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT