Pengamat Politik: Bobby Nasution, Menantu Presiden Jokowi Bisa Kalah di Pilwakot Medan Kalau...
JUBI.CO.ID | 05/08/2020 14:41
Pengamat Politik: Bobby Nasution, Menantu Presiden Jokowi Bisa Kalah di Pilwakot Medan Kalau...
Menantu Jokowi, Bobby Nasution yang menjadi suami dari Kahiyang Ayu membuka usaha di bidang kuliner bernama Veteran Coffee pada 2013. Pria yang juga memiliki usaha di bidang properti ini telah membuka kedai bernama Kopi Jolo dan Kedai Rakyat. Instagram/@Kopijolo

Jakarta, Jubi – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Afif Nasution bisa kalah dalam pemilihan kepala daerah Kota Medan jika salah memeilih pasangan. Bobby Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tak bisa sekadar menjual nama sang mertua.

“Bobby kalau salah menentukan pilihan politik untuk wakilnya, bisa lewat sekalipun dia mantu presiden,” kata Adi Paryitno, Selasa, (4/8/ 2020) kemarin.

Baca juga : 
Partai ini isyaratkan dukungan anak Wapres maju di Pilkada

Lagi, keluarga pejabat nyalon Pilkada. Kali ini keponakan Menhan

Pasangan ini menjadi penantang putra presiden di Pilwakot Solo

Menurut Adi, Bobby akan menghadapi lawan kuat di Pilkada Medan, menantu presiden  itu berhadapan dengan Akyar Nasution dan Salman Alfarisi, yang disokong Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera, menurut Adi bukanlah lawan mudah.

 

Akhyar dinilai cukup dikenal di Medan karena jabatannya sebagai Pelaksana tugas Wali Kota Medan. Akhyar sebelumnya juga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mengakar serta loyalis Jokowi.

Posisi sebagai inkumben itu akan cukup menguntungkan Akhyar. Adapun Salman juga tergolong tokoh yang dinilai memiliki jaringan di Medan. Selain itu, keduanya disokong dua partai yang koalisinya relatif solid.

“Sulit Bobby bertarung di Medan dan hanya membawa nama besar mertuanya, dia harus bekerja keras karena yang dilawan itu adalah kekuatan besar,” kata Adi menjelaskan.

Adi menganggap Bobby saat ini masih berhitung ihwal siapa calon wakil yang bisa memberinya insentif elektoral. Menurut Adi, Bobby akan mendasarkan pilihannya pada hasil survei popularitas dan elektabilitas atau mengambil kandidat berlatar belakang tokoh di Medan.

“Di Medan ini pilkadanya rada-rada serius, big match,” ujar dosen komunikasi politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Bobby Nasution hingga kini belum menentukan calon wakil wali kota yang akan mendampinginya di Pilkada Medan. Sejumlah elite partai menyatakan nama kandidat wakil Bobby tengah digodok.

Wakil Ketua Umum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan salah satu kandidat kuat wakil Bobby ialah Aulia Rahman yang menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat.

“Saat ini Aulia Rahman menjadi kandidat terkuat menjadi (calon) Wakil Wali Kota yang bersanding dengan PDIP,” kata Dasco.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan membebaskan Bobby memilih calon wakilnya. Airlangga tak mempermasalahkan jika calon wakil Bobby berasal dari PDIP atau Gerindra di Pilkada Medan.

“Wakilnya diserahkan ke Pak Bobby. Dari (partai) mana pun yang dipilih wali kota,” kata Airlangga. (*)

SUMBER: TEMPO.CO


BERITA TERKAIT