Menolak Didata Petugas, Warga Jayapura Anggap Sensus Penduduk Punya Kepentingan Politik
JUBI.CO.ID | 18/09/2020 10:40
Menolak Didata Petugas, Warga Jayapura Anggap Sensus Penduduk Punya Kepentingan Politik
Kepala BPS Papua Adriana Helena Carolina (kanan) memantau sensus penduduk di Kampung Yoboi, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (10/9/2020) - Jubi/Engelbert Wally

Sentani, Jubi – Kedatangan petugas sensus ditolak di sejumlah tempat di Kabupaten Jayapura. Warga menganggap sensus penduduk sarat muatan politik atau kepentingan tertentu.

“Beberapa warga di wilayah pinggiran kota (Sentani) menolak didata petugas. Mereka mendapat informasi keliru (misinformasi) karena mengaitkan sensus dengan politik dan kepentingan tertentu,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayapura, Jeffry de Fretes, Kamis (10/9/2020).

Sensus Penduduk 2020 digelar selama sebulan, mulai 1 September lalu. Jefrry menyayangkan sikap dari segelintir warga tersebut.
Warga tolak petugas sensus di Kabupaten Jayapura 1 i Papua

“Sensus Penduduk digelar untuk mendukung pembangunan. Mereka jangan marah jika suatu saat nanti, tidak diikutsertakann dalam program pembangunan karena tidak terdata,” jelasnya.

Namun demikian, pihak BPS telah berkoordinasi dengan pihak keamanan dan pemerintah lokal setempat untuk mendata kembali warga tersebut. Mereka berharap masyarakat berpartisipasi dalam menyukseskan sensus penduduk.

“Kami berharap tidak ada lagi warga menolak kedatangan petugas. Jika masih ada warga belum terdapat, mereka bisa melapor ke pemerintah kampung setempat,” ujar Jeffry.

Kepala BPS Papua Adriana Helena Carolina menegaskan sensus penduduk tidak ada hubungannya dengan rencana Otonomi Khusus (Otsus) Papua jilid II maupun pilkada. Pencacahan jiwa tersebut merupakan amanah undang undang dan rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Sensus penduduk bukan untuk kepentingan (kelanjutan) Otsus Papua maupun pilkada. Melainkan untuk (kepentingan) perencanaan pembangunan. Pemerintah membutuhkan satu data kependudukan (terpadu) secara nasional,” tegas Adriana. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT