Tak tahu Alasan Mengapa Tak Boleh Beli Beras Petani, Kepala Bulog Merauke: Sesuai Perintah Atasan
JUBI.CO.ID | 30/09/2020 11:20
Tak tahu Alasan Mengapa Tak Boleh Beli Beras Petani, Kepala Bulog Merauke: Sesuai Perintah Atasan
Ilustrasi para pekerja sedang menurunkan beras dari gudang Bulog - Jubi/Ramah

Merauke, Jubi- Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) Merauke menghentikan sementara pembelian beras dari petani melalui para mitra terhitung sejak 13 Juli 2020.

Untuk saat ini, Bulog hanya akan membeli gabah kering dari petani seperti beberapa bulan lalu.

Demikian disampaikan Kabulog Sub Divre Merauke, Djabiruddin saat dihubungi melalui telpon selulernya Rabu (22/7/2020). “Kita kembali menyerap gabah sesuai instruksi Bulog pusat. Jadi sementara waktu pembelian beras dihentikan terlebih dahulu,” ujarnya.

Ditanya alasan dihentikan pembelian beras, Kabulog mengaku tidak tahu. Karena itu adalah keputusan pusat. “Sebagai bawahan kami hanya menjalankan tugas sesuai perintah atasan,” ujarnya.

Pihaknya juga tidak tahu sampai kapan menghentikan sementara pembelian beras. Tetapi jelasnya, puluhan mitra telah menyiapkan beras setelah membeli dari petani.

“Begitu ada perintah pembelian beras kembali, akan ditindaklanjuti. Sementara waktu kembali ke gabah terlebih dahulu,” katanya.

Kabulog menambahkan, pembelian gabah kering telah disosialisasikan kepada petani di sejumlah distrik. Itu dengan tujuan agar mereka mengetahui bahwa sementara waktu hanya gabah diserap.

Untuk harganya, jelas dia, masih sama yakni Rp 5.300/kg (masuk gudang). Sedangkan pembelian oleh mitra di petani sekitar Rp 4.200/kg.

Marlan (45), salah seorang petani di Distrik Tanah Miring melalui telepon selulernya mengatakan, petani tetap keberatan jika Bulog hanya menyerap gabah tanpa beras.

“Kan sudah ada protes dari petani beberapa bulan lalu terkait penolakan pembelian gabah oleh Bulog Merauke. Kok sekarang diterapkan lagi tanpa membeli beras,” katanya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT