Dugaan Ijazah Palsu, Bawaslu Perintahkan KPU Cari Buku Induk Sekolah Calon Bupati Merauke Basik Basik
JUBI.CO.ID | 13/10/2020 16:29
Dugaan Ijazah Palsu, Bawaslu Perintahkan KPU Cari Buku Induk Sekolah Calon Bupati Merauke Basik Basik

Merauke, Jubi – Badan Pengawas Pemilihan Umum Merauke memerintahkan Komisi Pemilihan Umum setempat menelusuri ulang dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Herman Anitu Basik-Basik. Mereka harus mengecek buku induk siswa untuk memastikan dugaan tersebut.

“Buku induk menjadi penentu (dapat memastikan bahwa) seseorang (pernah) terdaftar pada sebuah lembaga pendidikan. Saksi-saksi yang dihadirkan termohon (Komisi Pemilihan Umum Merauke) tidak menunjukkan dokumen tersebut (sebagai bukti dugaan),” kata anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Merauke Felix Tethool, seusai sidang putusan sengketa pilkada, Senin (12/10/2020).

Sidang sengketa Pilkada Merauke 2020 diajukan oleh Herman Anitu Basik Basik. Pencalonan Basik Basik dianulir Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat karena dianggap menggunakan ijazah pendidikan palsu pada saat mendaftar sebagai peserta pilkada.

Sidang telah berlangsung selama hampir dua pekan. Dalam putusan sidang tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Merauke memberi kesempatan selama tujuh hari kepada KPU setempat untuk mendapatkan dokumen buku induk pendidikan Basik Basik.

“Berdasarkan fakta selama musyawarah (persidangan), majelis dalam amarnya memutuskan menerima sebagian permohonan (sengketa pilkada) pemohon. Kalau KPU merasa tidak puas terhada putusan ini, silahkan menempuh jalur hukum lain, yakni (mengugat) ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara,” kata Tethool, yang membidangi penyelesaian sengketa pemilu di Bawaslu Merauke.

Ketua KPU Merauke Theresia Mahuze menolak menanggapi putusan sidang sengketa pilkada tersebut. Dia meminta wartawan ke kantor mereka jika hendak mewawancarainya.

“Rekan-rekan wartawan ke kantor saja. Kami akan memberi tanggapan terhadap putusan Bawaslu itu,” kata Mahuze. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT