Peresmian Arena PON XX Papua Sepakat Digelar Virtual 20 Oktober 2020
JUBI.CO.ID | 16/10/2020 16:50
Peresmian Arena PON XX Papua Sepakat Digelar Virtual 20 Oktober 2020

Jayapura, Jubi – Hasil final rapat koordinasi terkait peresmian arena (venue) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX sudah diputuskan.

Seremoni peresmian sembilan arena PON XX berbarengan dengan bandara Theys Eluay, telah disepakati akan digelar virtual pada 20 Oktober nanti. Juga tanpa menghadirkan pengunjung.

Ketua panitia peresmian yang juga Ketua Panitia Besar (PB) PON XX, Yunus Wonda mengatakan, kesepakatan itu karena mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19.

Kendati begitu, pihaknya telah mengupayakan agar dalam momentum bersejarah itu, bisa dihadiri langsung oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe dan jajaran Muspida.

“Dalam pertemuan tadi bahwa pada prinsipnya Polda tetap mendukung penuh dan semangat menyongsong PON XX, tapi pertimbangan kondisi pandemi ini kita sepakat dengan Kapolda untuk menggelar virtual, tapi Pak Gubernur tetap akan hadir di stadion dan didampingi panitia, PB PON, dan Muspida,” ujar Yunus kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Kapolda, Jumat (16/10/20).

Seremoni tersebut juga akan ditayangkan secara langsung via live streaming Youtube agar bisa turut disaksikan masyarakat.

“Akan disiarkan langsung secara virtual untuk seluruh masyarakat, karena kita ingin tunjukkan kesiapan kita. Kita menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, kita sudah berusaha dan Kapolda juga punya keinginan besar, tetapi di sisi lain juga kita harus patuhi protokol pencegahan Covid-19. Yang pasti tidak ada pengunjung dan kami mohon maaf,” ungkapnya.

Saat ini, Panitia peresmian dan PB PON XX masih menanti surat resmi dari Polda Papua terkait keputusan tersebut.

Terpisah, Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw menjelaskan, dalam pertemuan tadi pihaknya sudah mendengarkan paparan dari panitia peresmian dan PB PON soal rencana alternatif yang akan disiapkan.

Namun, pihaknya tetap menyarankan agar peresmian dilakukan secara virtual dan tidak melibatkan banyak orang.

“Hasil rapat kita tadi bahwasanya kita harus ikut sukseskan acara itu, tapi kita harus lihat perkembangan kondisi dan harus patuh terhadap protokol Covid 19. Karena saran kita yang virtual itu adalah yang terbaik. Kalau mau dipaksakan ya mungkin akan diwakili oleh Muspida dan beberapa orang saja, tapi untuk banyak orang tidak kita bolehkan. Kita tahu bahwa penyebaran Covid-19 di Papua masih terbilang tinggi, itu yang harus kita jaga untuk tidak mengumpulkan banyak orang,” kata Waterpauw. (CR4)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT