Tak Bisa Dijual, Nelayan Merauke Pilih Mengubur Ikan-ikan Hasil Tangkapan
JUBI.CO.ID | 26/10/2020 12:00
Tak Bisa Dijual, Nelayan Merauke Pilih Mengubur Ikan-ikan Hasil Tangkapan
Masyarakat di Kampung Dokip, Distrik Tubang, Kabupaten Merauke. – Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat di Kampung Dokip, Distrik Tubang, Kabupaten Merauke, Papua tak bisa memasarkan ikan tangkapan mereka. Ikan yang didapat dengan menjaring di laut itu tidak bisa dijual, lantaran tidak ada kapal yang datang untuk membeli ikan tangkapan nelayan.

Hal itu dinyatakan salah seorang tokoh masyarakat Kampung Dokip, Alfons Kahol kepada Jubi pekan lalu. “Memang di sini salah satu potensi andalan masyarakat adalah ikan. Hanya saja [kami] kesulitan memasarkannya,” kata Kahol.

Menurutnya, ada beragam jenis ikan tangkapan nelayan Dokip, termasuk kakap dan bulanak. Hanya gelembung ikan bulanak yang laku dijual kepada penadah. Sebagian besar ikan tangkapan nelayan dikuburkan begitu saja.

“Kalau mau makan, jumlahnya terlalu banyak. Sehingga masyarakat setempat memilih menguburkan,” kata Kahol.

Disinggung kenapa tak diasinkan dan dikeringkan, Alfons mengaku sudah pernah dilakukan warga. Namun, ikan asin itu tetap sulit untuk dipasarkan, karena jarak Kampung Dokip terlalu jauh dari Kota Merauke.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Dominikus Ulukyanan ketika dimintai komentarnya mengatakan, secara umum salah satu potensi andalan di Tubang dan beberapa distrik lain di Kimaam adalah ikan. Namun demikian, lanjut dia, sulitnya pemasaran sehingga ikan yang dijaring dalam jumlah banyak, dibuang begitu saja. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT