Bulog Akhirnya Kembali Membeli Beras Petani Merauke, 500 Ton Terserap dalam Dua Pekan
JUBI.CO.ID | 26/10/2020 12:20
Bulog Akhirnya Kembali Membeli Beras Petani Merauke, 500 Ton Terserap dalam Dua Pekan
Gabah petani di Kampung Sumber Mulya, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke yang belum sempat digiling. – Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional atau Bulog Sub Divre Merauke di Papua kembali menyerap beras panenan petani setempat, setelah dalam beberapa bulan terakhir hanya menyerap gabah. Penyerapan beras itu telah dimulai sejak awal Oktober.

“Kurang lebih dua minggu terakhir, kami sudah menyerap beras petani, setelah ada instruksi dari Bulog. Penyerapan dilakukan melalui puluhan mitra Bulog,” ungkap Kepala Bulog Sub Divre Merauke, Djabiruddin saat dihubungi melalui panggilan telepon di Merauke, Papua, pada Jumat (16/10/2020).

Dalam dua pekan terakhir, Bulog Sub Divre Merauke telah membeli sekitar 500 ton beras petani setempat. Semua beras itu telah masuk di dalam gudang Bulog. “Betul bahwa beras di tingkat petani banyak, namun pembelian harus memenuhi syarat yang ditentukan,” ungkapnya.

Persyaratan beras yang bisa dibeli oleh Bulog harus memenuhi tingkat kadar air maksimal 14 persen, broken 20 persen, serta menir 2 persen. Pemenuhan kualitas itu dilakukan para petani melalui mitra Bulog.

Setiap beras yang memenuhi persyaratan itu dibeli Bulog dengan harga saat masuk gudang Rp8.300/kg. Untuk harga di tingkat petani, Bulog menyerahkan penentuan harga itu kepada kesepakatan petani dengan para mitra Bulog. “Kami tak bisa melakukan intervensi,” kata Djabiruddin.

Saat ditanya apakah penyerapan beras oleh Bulog itu terkait dengan unjuk rasa ribuan petani Merauke beberapa waktu lalu, Djabiruddin menyatakan penyerapan beras itu bukan disebabkan unjuk rasa para petani. Djabiruddin menegaskan kebijakan pembelian beras oleh Bulog merupakan kebijakan yang ditentukan oleh pusat. “Kita di kabupaten hanya menjalankan saja. Kalau diperintahkan untuk serap gabah, akan dilakukan,” katanya.

Ahmad (40), salah seorang petani di Kampung Sumber Mulya, Distrik Kurik, Merauke, mengaku ratusan kilogram gabah miliknya belum digiling, lantaran Bulog sebelumnya tidak menyerap beras. “Jelas kami rugi kalau menjual gabah,” ujarnya.

Ahmad sendiri telah mendengar bahwa Bulog Sub Divre Merauke kembali membeli beras panenan petani. “Betul, sudah ada informasi kalau sekarang Bulog Merauke sudah menyerap beras. Sehingga gabah yang ada dalam gudang akan segera saya bawa ke tempat penggilingan untuk digiling menjadi beras,” katanya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT