Yayasan Siloam Harapkan Bupati Nabire Terpilih Selamatkan Anak-anak Pecandu Narkoba dan Lem Aibon
JUBI.CO.ID | 20/11/2020 15:29
Yayasan Siloam Harapkan Bupati Nabire Terpilih Selamatkan Anak-anak Pecandu Narkoba dan Lem Aibon

Nabire, Jubi – Yayasan Siloam Nabire yang selama ini menyelamatkan generasi emas yang putus sekolah akibat menjadi pecandu narkoba dan lem aibon, berharap kepada calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Nabire agar menyediakan fasilitas dan tenaga.

“Kami berharap kepada bupati dan wakil bupati Nabire yang akan terpilih nanti, agar program menyelamatkan generasi emas Papua harus menjadi prioritas. Menyelamatkan generasi yang berisiko mengalami kekerasan fisik dan seksual, serta aibon,” kata Direktur Yayasan Siloam, Amos Yeninar, kepada Jubi di Nabire, Kamis (19/11/2020).

Hal itu ia tegaskan setelah mengikuti debat publik kedua bagi cabup dan cawabup Nabire yang dilaksanakan secara langsung melalui siaran Youtube RRI Nabire dan akun Facebook resmi KPU Nabire.

Ia mengatakan, menanggapi debat terbuka tersebut tidak ada paslon yang lantang berbicara demi kemanusiaan, terutama terkait pemberantasan narkoba dan penggunaan lem aibon. Padahal, kata dia, salah satu tema debat adalah menyelesaikan persoalan daerah.

“Menyelamatkan generasi emas Papua yang sudah masuk dalam jeratan aibon dan lain-lain, maka yang dibutuhkan sebenarnya adalah fasilitas dan tenaga yang mau melayani, juga operasional pelayanan. Dan ini apa mau langsung diurus oleh pemda atau mempercayakan pihak ketiga, itu tergantung saja. Yang penting jangan diterlantarkan,” katanya.

Koordinator Komunitas Enaimo Nabire, Philemon Keiya, mengatakan anak-anak putus sekolah yang tidak mampu itu, sebenarnya di dalam hatinya menjerit meminta untuk bisa bersekolah.

 

“Walaupun memakai wajah polos seperti orang yang tidak bisa berbuat apa-apa. Saya merasa bersalah jika saya hanya bisa membuat kritikan,” ujarnya.

Menurut dia, Yayasan Siloam selama ini menjalankan misi kemanusiaan sehingga bisa menjadi mitra untuk ke depannya.

“Sangat aneh jika semua paslon diam membisu, tak tegas bicara atau menyatakan sikap dukungan terhadap pemberantasan narkoba dan aibon di Nabire. Padahal Nabire dijuluki sebagai ‘kota aibon’ yang amat kumuh,” katanya. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT