Polisi dan LPSK Dituntut Jamin Keselamatan Saksi Penembakan Siswa di Puncak Papua
JUBI.CO.ID | 07/12/2020 16:25
Polisi dan LPSK Dituntut Jamin Keselamatan Saksi Penembakan Siswa di Puncak Papua

Jayapura, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Papua meminta polisi dan Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) memastikan keselamatan saksi kunci kasus penembakan di Kabupaten Puncak, Papua pada 20 November 2020.
Peristiwa penembakan oleh orang tak dikenal itu menewaskan empat orang.

Tiga di antaranya adalah pelajar, seorang aparatur sipil negara dan seorang pelajar lainnya mengalami luka tembak.

Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw mengatakan pihaknya telah mengirim perwakilan lembaganya ke Puncak pada pekan lalu. Tujuannya meminta keterangan dari korban selamat, keluarga korban selamat, keluarga korban meninggal dunia, dan semua pihak terkait yang mengetahui peristiwa itu.

Jhony Rouw mengatakan, DPR Papua akan terus mengawal proses kasus ini, hingga berujung pada proses hukum. Siapa pun pelaku mesti diungkap.

“Kami juga minta kepada kepolisian untuk bisa menjaga atau menjamin keselamatan keluarga korban. Terlebih kepada [korban selamat yang merupakan] saksi kunci yang ada. Kami juga akan minta lembaga perlindungan saksi mengambil bagian [melindungi saksi kunci dan keluarga korban],” kata Jhony Rouw, Sabtu (5/12/2020).

Menurutnya, DPR Papua menilai penembakan itu adalah tindakan sewenang-wenang. Karenanya, lembaga tersebut mendorong kepolisian bekerja profesional mengungkap dan memproses hukum siapapun pelakunya.

Katanya, siapa pun tidak bisa menerima peristiwa itu. Para korban harus meninggal dengan cara keji. Pihak berwajib harus mengusut dan memproses hukum pelaku, apalagi ada saksi hidup dan temuan sejumlah barang bukti.

 

Ia mengatakan, korban meninggal dunia dalam peristiwa itu yakni Atanius Murib (16 tahun), Les Mosip (17 tahun), Wenis Wenda (10 tahun) dan Akis Alom, yang merupakan ASN Dinas Pertanian Puncak, dan korban selamat adalah Manus Murib (16 tahun).

Sementara itu, Ketua Panitia Khusus atau Pansus Kemanusiaan DPR Papua, Feryana Wakerkwa yang dikirim lembaganya mengumpulkan berbagai informasi dan meminta keterangan para pihak mengatakan, temuan di lokasi penemuan empat jenazah berupa selongsong peluru, tas perlengkapan ibadah berwarna loreng dengan logo dan tulisan Alat Ibadah TNI.2018.757, bungkus makanan kaleng, bungkus air minum, bungkus tissue basah, dan bungkus mie instan.

“Barang-barang bukti itu ditemukan oleh enam orang teman dan kerabat keluarga korban yang hendak pergi memastikan keberadaan Atanius Murib yang ditembak dan meninggal dalam perjalanannya pulang ke kampung halaman untuk merayakan Natal bersama orang tuanya,” kata Feryana Wakerkwa.

Katanya, selain melihat sejumlah barang bukti yang diamankan oleh pihak keluarga korban dari lokasi kejadian, pihaknya juga sudah mendengar langsung kesaksian korban selamat, Manus Murib.

Kesaksian korban itu dianggap sangat penting, sehingga DPR Papua perlu adanya jaminan keamanan (keselamatan) terhadap saksi kunci ini. “Ciri ciri [beberapa] orang yang menembak [para korban] menurut Manus atau korban yang selamat, mereka semua menggunakan topi hitam, mengenakan baju rompi anti peluru dan sepatu hitam,” kata Feryana. (*)

JUBI.CO.ID


BERITA TERKAIT