Pilkada 2020, Sejumlah Daerah Papua Gelar Pemungutan Suara Ulang di Beberapa TPS
JUBI.CO.ID | 15/12/2020 14:21
Pilkada 2020, Sejumlah Daerah Papua Gelar Pemungutan Suara Ulang di Beberapa TPS

Jayapura, Jubi – Sejumlah daerah di Papua menggelar pemungutan suara ulang atau PSU di beberapa tempat pemungutan suara (TPS), pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau pilkada serentak 2020.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum atau KPU Provinsi Papua, Melkianus Kambu mengatakan kabupaten yang melaksanakan PSU itu, yakni Mamberamo Raya, Nabire, Asmat, Keerom dan Waropen.

Menurutnya, PSU digelar sesuai rekomendasi Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu, karena ditemukan dugaan pelanggaran ketika proses pemungutan suara serentak, 9 Desember 2020 lalu.

“Di beberapa daerah misalnya Nabire dan Mamberamo Raya memang ada PSU pada beberapa TPS. Ada daerah yang sudah dilaksanakan, ada yang berlangsung hari ini,” kata Melkianus Kambu melalui penggilan teleponnya, Senin (14/12/2020).

Menurutnya, di Mamberamo Raya ada satu TPS di Kampung Yoke, Distrik Mamberamo Hilir yang melaksanakan PSU pada hari ini. Begitu juga beberapa TPS di Kabupaten Nabire.

“Saya bersama dua komisioner KPU Papua lainnya, kini berada di Mamberamo Raya. Besok kami rencanakan menggelar pleno rekapitulasi suara tingkat kabupaten,” ujarnya.

Sementara itu, Bawaslu Papua menyatakan sebanyak 23 TPS di lima kabupaten di Papua yang melaksanakan PSU dalam pilkada serentak tahun ini.

 

Komisioner Bawaslu Papua, Ronal Manoach mengatakan, di Mamberamo Raya terdapat satu TPS direkomendasikan melaksanakan PSU. Di Nabire, sembilan TPS, di Keerom satu TPS, di Waropen satu TPS dan di Asmat sebanyak 11 TPS.

Menurutnya PSU di Nabire dan Mamberamo Raya berlangsung, Senin (14/12/2020). Sementara itu, PSU di Kabupaten Keerom dan Waropen, telah dilaksanakan beberapa hari lalu. “Kalau untuk PSU, 11 TPS di Kabupaten Asmat, dijadwalkan digelar pada 16 Desember 2020,” kata Ronald Manoach.

Ia mengatakan adanya rekomendasi PSU di puluhan TPS di Papua, sebab ditemukan dugaan pelanggaran saat proses pemungutan suara. Dugaan pelanggaran itu di antaranya, ada surat suara yang dicoblos oknum tertentu, bukan oleh pemilih.

Ada pemilih yang mengunakan haknya lebih dari satu kali, dan ada oknum anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang mencoblos surat suara. (*)


BERITA TERKAIT